KORANMANDALA.COM – Lembaga advokasi satwa Geopix mengapresiasi langkah pemerintah dalam penanganan Kebun Binatang Bandung yang dinilai menegaskan kehadiran negara dalam menyelamatkan satwa sekaligus mengamankan aset daerah.
Sebelumnya, Senior Wildlife Campaigner Geopix, Annisa Rahmawati, menyoroti kondisi sejumlah satwa di Kebun Binatang Bandung yang dinilai sangat memprihatinkan dan tidak boleh diabaikan. Satwa yang disoroti antara lain orangutan, gajah, dan monyet hitam.
“Temuan lapangan terkait dugaan kondisi stres pada orangutan, gajah, dan monyet hitam sangat mengkhawatirkan, memprihatinkan, dan tidak boleh diabaikan,” ujar Annisa dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (20/1/2026).
Satpol PP Kota Bandung Segel Akses Masuk Kebun Binatang Bandung, Jaga Satwa dan Aset Daerah
Annisa menegaskan, pembukaan kembali Kebun Binatang Bandung untuk pengunjung seharusnya dilakukan setelah melalui evaluasi menyeluruh oleh pengelola dan pemerintah. Menurutnya, keselamatan dan kesejahteraan satwa harus menjadi prioritas utama, terlebih di tengah konflik internal pengelolaan yang masih berlangsung.
“Kami mendesak lembaga pengelola Kebun Binatang Bandung, Pemerintah Kota Bandung, serta Kementerian Kehutanan untuk tidak tergesa membuka kembali kebun binatang tanpa memastikan kondisi satwa dan standar pengelolaan benar-benar layak,” tegasnya.
Dalam perkembangan terbaru, Geopix mengapresiasi respons pemerintah sebagaimana tertuang dalam siaran pers Diskominfo Kota Bandung berjudul “Negara Hadir di Kebun Binatang Bandung: Satwa Diselamatkan, Aset Daerah Diamankan” tertanggal 5 Februari 2026.
Annisa menyampaikan, langkah pemerintah patut dihargai, terutama dalam memastikan perawatan satwa selama masa transisi pengelolaan.
“Geopix mengapresiasi langkah pemerintah yang menegaskan kehadiran negara untuk menyelamatkan satwa dan memastikan perawatan selama masa transisi,” ujar Annisa dalam keterangan tertulis, Kamis (5/2/2026).
Meski demikian, Geopix menilai masyarakat masih membutuhkan informasi yang lebih terbuka terkait hasil audit dan evaluasi yang dilakukan pemerintah bersama tim yang dipimpin oleh Kementerian Kehutanan. Selain itu, kejelasan skema pengelolaan selama masa transisi dinilai penting untuk disampaikan secara transparan.
“Transparansi ini penting untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan satwa secara menyeluruh, sekaligus sebagai bentuk penghargaan atas dukungan publik yang selama ini terus mengalir bagi perbaikan pengelolaan Kebun Binatang Bandung,” katanya.
Geopix menilai masa transisi selama tiga bulan merupakan fase yang sangat krusial dan rentan bagi ratusan satwa di Kebun Binatang Bandung. Karena itu, Geopix mendorong adanya pengawasan independen, rencana penanganan satwa yang jelas, serta pelibatan publik dan komunitas profesional konservasi agar proses transisi berjalan akuntabel dan berorientasi pada kesejahteraan satwa.
Menurut Annisa, pencabutan izin dan pengambilalihan pengelolaan Kebun Binatang Bandung menjadi momentum penting untuk memperbaiki tata kelola konservasi satwa secara menyeluruh.
“Ini adalah kemenangan bagi gajah Sumatera, orangutan, monyet hitam, dan satwa-satwa lainnya, serta bagi masyarakat Bandung dan kita semua, untuk memastikan kesempatan kedua yang lebih baik bagi kehidupan satwa di Kebun Binatang Bandung,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan publik yang dinilai berperan besar dalam mendorong perlindungan satwa yang lebih baik dan sesuai standar kesejahteraan.
“Tekanan dan kepedulian masyarakat terbukti mendorong perlindungan satwa yang lebih baik. Ini menjadi momen penting untuk memastikan proses transisi benar-benar berujung pada perbaikan menyeluruh dalam pengelolaan Kebun Binatang Bandung, sekaligus menjadi pemicu peningkatan tata kelola kebun binatang di Indonesia,” kata Annisa.
Ke depan, Geopix menyatakan akan terus memantau perkembangan penanganan Kebun Binatang Bandung dan berkomitmen mendorong proses transisi yang transparan, akuntabel, serta menempatkan kesejahteraan satwa sebagai prioritas utama.
