Kamis, 26 Februari 2026 20:33

KORANMANDALA.COM – Penutupan pasca pencabutan izin lembaga konservasi berdampak langsung terhadap kehidupan pedagang kecil di sekitar kawasan wisata tersebut.

Sejumlah pedagang mengaku kehilangan sumber penghasilan yang selama ini bergantung pada aktivitas pengunjung kebun binatang.

Nana (55), pedagang topeng dan balon asal Tamansari, mengatakan dirinya telah berjualan di kawasan Kebun Binatang Bandung sejak masih kecil. Ia mengaku mulai berdagang sejak duduk di bangku sekolah dasar, mengikuti jejak orang tuanya.

Ramadan di Bandung Selalu Punya Rasa yang Sama: Bukber di Tempat Legendaris Lintas Generasi

“Dari kecil saya sudah jualan di sini. Dulu jualannya permen pakai baki, sekarang jual topeng sama balon. Dari zaman kebun binatang berdiri, saya sudah di sini,” ujar Nana saat ditemui, Kamis (5/2/2026).

Sejak Kebun Binatang Bandung ditutup, Nana menyebut penghasilannya menurun drastis. Biasanya, ia masih bisa mengandalkan pembelian dari pengunjung, namun kini nyaris tidak ada pemasukan.

“Penutupan ini kan sering berulang. Kalau ada kabar ditutup, pasti pengaruh ke penghasilan. Biasanya masih ada saja yang beli. Sekarang pengunjung sudah tidak ada karena sejak pagi disegel,” katanya.

Kondisi serupa juga dirasakan Muin (63), pedagang balon yang telah puluhan tahun menggantungkan hidup dari aktivitas pengunjung Kebun Binatang Bandung. Ia mengatakan penutupan membuat pendapatannya tidak menentu, sementara kebutuhan keluarga terus berjalan.

“Pendapatan jadi enggak menentu. Kadang dapat seratus ribu, kadang kurang dari itu. Padahal saya masih punya tanggungan, ada anak dan istri untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Muin.

Muin berharap Kebun Binatang Bandung dapat segera dibuka kembali agar aktivitas ekonomi pedagang kecil bisa kembali berjalan. Menurutnya, keberadaan kebun binatang bukan hanya penting bagi satwa, tetapi juga bagi para pekerja dan pedagang yang hidup di sekitarnya.

“Harapannya dibuka lagi supaya bisa jalan lagi. Binatangnya ada pakannya, karyawannya juga jangan sampai menganggur, kasihan,” ucapnya.

Ia menambahkan, jika Kebun Binatang Bandung tetap ditutup, para pedagang hanya bisa berkeliling tanpa kepastian penghasilan.

“Kalau enggak ada di kebun binatang, paling muter-muter saja. Yang penting dibuka lagi, walaupun pakai tiket, supaya kami bisa tetap berdagang,” katanya.

Sementara itu, Humas Kebun Binatang Bandung, Sulhan Sayafi’i, menjelaskan penutupan dilakukan setelah izin lembaga konservasi dicabut atas permintaan pemilik lahan, yakni Pemerintah Kota Bandung.

“Alasan pencabutan izin karena pemilik lahan, dalam hal ini Pemerintah Kota Bandung, meminta agar izin konservasi dicabut,” ujar Sulhan kepada Koran Mandala, Kamis (5/2/2026).

Sulhan menyebut hingga kini Kebun Binatang Bandung masih ditutup dan masyarakat diminta menunggu pengumuman resmi terkait rencana pembukaan kembali.

Exit mobile version