ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Upaya menjaga kelestarian sungai kembali dilakukan di Kota Bandung. Aparatur Sipil Negara (ASN) KemendukBangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat bersama Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), Penyuluh KB, serta Komunitas Gober (Gorong-gorong Bersih) menggelar kegiatan bersih-bersih Sungai Cikapundung Kolot, Kelurahan Binong, Selasa (4/2/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan secara gotong royong dengan membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat aliran sungai.
Aksi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sungai sebagai sumber kehidupan sekaligus penopang ekosistem dan kesehatan lingkungan.
ADVERTISEMENT
Ramadan di Bandung Selalu Punya Rasa yang Sama: Bukber di Tempat Legendaris Lintas Generasi
Ketua Kampung KB Guyub, Wawan, mengatakan pengelolaan sungai saat ini masih menghadapi berbagai tantangan serius. Mulai dari pencemaran sampah rumah tangga, limbah industri, hingga alih fungsi lahan di sekitar daerah aliran sungai.
“Kalau tidak ditangani secara serius, kerusakan sungai bisa memicu banjir, krisis air bersih, dan menurunnya kualitas kesehatan masyarakat. Karena itu, menjaga sungai harus menjadi agenda bersama lintas sektor,” ujarnya di sela kegiatan.
Hal senada disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dadi Roswandi. Ia menekankan bahwa dampak kerusakan sungai pada akhirnya akan kembali dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Peran masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian sungai. Dimulai dari hal sederhana, seperti tidak membuang sampah ke sungai, mengelola limbah rumah tangga dengan baik, hingga terlibat aktif dalam kegiatan gotong royong,” katanya.
Menurutnya, kesadaran kolektif tersebut penting untuk membangun budaya cinta sungai sebagai aset bersama yang harus dijaga keberlanjutannya.
Kegiatan bersih sungai ini juga sejalan dengan Gerakan Indonesia ASRI, program nasional yang mendorong penataan lingkungan secara berkelanjutan, mulai dari ruang publik hingga kawasan permukiman warga. Penataan lingkungan dinilai bukan sekadar aktivitas sesaat, melainkan fondasi penting bagi kualitas hidup, ketertiban sosial, dan daya saing bangsa.
Melalui keterlibatan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor, pemerintah berharap upaya pelestarian sungai tidak berhenti pada kegiatan simbolik, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang berdampak nyata bagi lingkungan dan generasi mendatang.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






