ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Petugas Posyandu bersama tenaga kesehatan Puskesmas Cibiru melakukan layanan jemput bola dengan mendatangi langsung rumah ibu hamil yang tidak hadir ke posyandu di RW 2, Kelurahan Cibiru, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, Rabu (4/2/2026).
Kunjungan rumah tersebut dilakukan berdasarkan pendataan kader posyandu sebagai bagian dari pelaksanaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), guna memastikan ibu hamil tetap memperoleh pemeriksaan dan edukasi kesehatan meski tidak datang ke lokasi pelayanan.
Dalam skema ILP, pendekatan jemput bola dilakukan ketika sasaran layanan tidak dapat hadir ke posyandu karena kondisi kesehatan tertentu.
ADVERTISEMENT
Tiket KA Lebaran 2026 di Daop 2 Bandung Diserbu, Puluhan Ribu Kursi Ludes Sejak Awal Penjualan
Posyandu ILP sendiri mencakup layanan kesehatan dasar bagi berbagai kelompok usia, termasuk ibu hamil, melalui pemeriksaan kesehatan, penyuluhan gizi, serta deteksi dini kondisi kesehatan.
Di RW 2, tercatat terdapat enam ibu hamil. Kader Posyandu Melati, Dede (51), mengatakan sebagian besar ibu hamil hadir langsung ke posyandu, sementara satu orang dikunjungi ke rumah karena kondisi kesehatannya kurang memungkinkan.
“Di RW 2 ada enam ibu hamil. Yang sehat datang ke posyandu, sementara yang kondisinya kurang sehat kami kunjungi langsung ke rumah,” ujar Dede.
Bidan Puskesmas Cibiru, Mega (38), menegaskan bahwa kunjungan rumah merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh sasaran layanan tetap terlayani.
“Jika ibu hamil tidak datang ke posyandu, kami datangi ke rumah sambil melakukan pemeriksaan dan memberikan edukasi kesehatan,” kata Mega.
Dalam kunjungan tersebut, tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan dasar, termasuk evaluasi status gizi dan kebutuhan vitamin. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kader posyandu mengarahkan ibu hamil yang mengalami kekurangan vitamin B1 untuk mengambil suplemen serta menjalani pemeriksaan lanjutan di Puskesmas Cibiru.
Pendamping lapangan, Fadila (21), menilai kunjungan langsung menjadi solusi untuk menjangkau warga dengan keterbatasan mobilitas atau kondisi kesehatan tertentu.
“Program ini penting agar layanan kesehatan tetap menjangkau warga yang memiliki keterbatasan mobilitas atau kondisi kesehatan tertentu,” ujarnya.
Selain pemeriksaan, petugas juga memberikan edukasi mengenai pentingnya kehadiran rutin ke posyandu bagi ibu hamil yang dalam kondisi sehat.
“Untuk yang sehat diharapkan tetap hadir, karena ada kegiatan dan pemeriksaan tertentu yang tidak selalu tersedia,” tambahnya.
Pelaksanaan layanan jemput bola ini memastikan kondisi kesehatan ibu hamil tetap terpantau, sekaligus memperkuat peran Posyandu ILP sebagai layanan kesehatan primer berbasis komunitas di wilayah Cibiru. (Rifki Rafsanjani/MG)
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






