ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Taman Alun-alun Regol di Kota Bandung yang berada di bantaran Sungai Cikapundung, Jalan Pasir Luyu Selatan, kini mengalami penurunan kondisi.
Taman yang diresmikan oleh Wali Kota Bandung saat itu, Ridwan Kamil, pada 7 Februari 2018 tersebut awalnya dibangun sebagai ruang terbuka hijau (RTH) sekaligus destinasi wisata alternatif bagi warga.
Pembangunan Alun-alun Regol merupakan bagian dari program revitalisasi Sungai Cikapundung guna menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan ramah bagi masyarakat. Namun, seiring waktu, minimnya perawatan membuat sejumlah fasilitas di kawasan tersebut rusak dan tidak berfungsi optimal.
ADVERTISEMENT
Peduli Generasi Muda, Partai Golkar Kota Bandung Lahirkan Atlet Berprestasi
Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi di sekitar alun-alun. Para pedagang mengeluhkan penurunan jumlah pengunjung yang berujung pada merosotnya pendapatan harian.
Rukmini (58), pedagang yang telah berjualan sejak 2017, mengaku kondisi alun-alun kini jauh berbeda dibandingkan awal dibuka
.
“Sekarang agak sepi. Kondisi alun-alun juga kurang terawat, fasilitasnya minim. Dulu penghasilan bisa sampai Rp300 ribu per hari, sekarang paling Rp100 ribu sampai Rp150 ribu,” ujarnya saat ditemui, Selasa (3/2/2026).
Keluhan serupa disampaikan Dini(52), pedagang nasi pecel yang mulai berjualan sejak 2022. Menurutnya, fasilitas yang berkurang membuat minat pengunjung semakin menurun.

“Pengunjungnya sepi, jual beli juga hampir nggak ada. Dulu penghasilan bisa sampai Rp600 ribu sampai jam dua siang. Sekarang cari Rp100 ribu saja susah, bahkan Rp50 ribu sampai sore juga sulit ” Dulu ada air mancur, sekarang sudah tidak ada. Kolam renang yang dulu bersih sekarang kotor,” katanya.
Ia menambahkan, pengelolaan fasilitas saat ini dikelola kepada pedagang. Para pedagang harus iuran harian
sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000 biasanya untuk kebutuhan listrik dan air, terkadang untuk cat perbaikan fasilitas disini kami ikut iuran namun tidak cukup
“Dulu ada air mancur, sekarang sudah tidak ada. Kolam renang yang dulu bersih sekarang kotor Selain itu, minimnya tempat berteduh juga menjadi masalah. Beberapa bagian bangunan seperti kaca atas pecah, sehingga pengunjung merasa kurang nyaman, terutama saat hujan, jadi uang iuran itu tidak cukup, hanya untuk kebutuhan air listrik saja”
Keluhan juga datang dari pengunjung. Nanda (32), salah satu pengunjung Alun-alun Regol, mengaku hanya singgah untuk beristirahat dan makan.
“Fasilitasnya memang kurang memadai. Jembatannya juga kelihatan keropos, itu bahaya apalagi buat anak-anak, karena di bawahnya langsung sungai,” ujarnya.
Ia juga menyoroti penerangan yang minim pada malam hari.
“Kalau malam lampunya kurang dan banyak yang mati. Mungkin itu juga bikin orang jarang datang, kecuali sekadar singgah seperti saya,” tambahnya.
Para pedagang dan pengunjung berharap Pemerintah setempat dapat kembali melakukan perbaikan dan perawatan terhadap Alun-alun Regol. Selain mempertahankan fungsi ruang terbuka hijau, revitalisasi diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas UMKM dan menarik lebih banyak pengunjung ke kawasan tersebut.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






