KORANMANDALA.COM –Menjelang bulan suci Ramadan, kenaikan harga bahan pokok penting (bapokting) mulai terasa di Pasar Guntur Ciawitali, Kabupaten Garut. Sejumlah pedagang mengaku lonjakan harga terjadi sejak sepekan terakhir dan berpotensi semakin membesar mendekati awal puasa.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kenaikan harga terjadi pada sejumlah komoditas utama, mulai dari daging ayam, bawang-bawangan, hingga sayuran. Kondisi ini memicu kekhawatiran pedagang kecil karena berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat dan omzet penjualan.
Pedagang daging ayam, Yayan (57), mengatakan harga ayam potong mulai merangkak naik sejak aktivitas sekolah kembali normal. Ia menduga peningkatan permintaan turut dipicu oleh kembali aktifnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bandung Masih Rawan Malam Hari, Geng Motor Bersenjata dan Miras Marak di Jalanan
“Sekarang harga sudah naik. Mulainya sejak anak-anak masuk sekolah lagi. Mungkin karena MBG sudah jalan,” ujar Yayan, Senin (2/2/2026).
Menurutnya, tren kenaikan harga ayam biasanya akan mencapai puncaknya menjelang Ramadan. Ia memperkirakan harga daging ayam bisa melonjak signifikan pada H-7 puasa.
“Biasanya kalau sudah mendekati puasa, dari H-7 itu naik besar. Bisa sampai Rp38.000 per kilo, bahkan Rp40.000 per kilo,” katanya.
Tekanan serupa juga dirasakan pedagang warungan. WWN (35) mengungkapkan, setiap kenaikan harga bapokting hampir selalu berujung pada penurunan omzet.
“Kalau bahan pokok naik, dampaknya pasti ke penjualan. Pembeli jadi ngurangin belanja,” tegasnya.
Data harga di Pasar Guntur Ciawitali menunjukkan, daging ayam yang sebelumnya dijual Rp34.000 per kilogram kini naik menjadi Rp36.000 per kilogram. Bawang merah mengalami kenaikan dari Rp30.000 menjadi Rp33.000 per kilogram, sementara bawang putih naik dari Rp36.000 menjadi Rp39.000 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada komoditas sayuran dengan rata-rata mencapai Rp3.000 per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam, gula pasir, tepung terigu, dan minyak goreng hingga saat ini masih terpantau stabil.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Garut menyatakan kondisi stok bapokting relatif aman. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut, Yani Yuliani, sebelumnya menyampaikan bahwa ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri masih mencukupi.
“Stok kebutuhan pokok di Kabupaten Garut dalam kondisi aman, meskipun ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga,” ujar Yani pada 29 Januari 2026 lalu.
Meski demikian, pedagang berharap pemerintah daerah tidak hanya memastikan ketersediaan stok, tetapi juga melakukan langkah konkret untuk menekan lonjakan harga agar tidak semakin membebani masyarakat kecil menjelang Ramadan.
