KORANMANDALA.COM –Aktivitas geng motor bersenjata dan peredaran minuman keras masih menjadi ancaman nyata bagi keamanan Kota Bandung, terutama pada jam-jam rawan dini hari.
Hal ini terungkap dalam Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) Polrestabes Bandung yang digelar sejak Sabtu malam (31/1/2026) hingga Minggu dini hari (1/2/2026).
Dalam patroli tersebut, polisi mengamankan satu anggota geng motor yang kedapatan membawa senjata tajam, serta menyita puluhan botol minuman keras dari berbagai titik di Kota Bandung.
Mekarsari Pangalengan Longsor, Dua Balita Meninggal Dunia, Bupati Bandung Siapkan Relokasi Korban
Aksi kejar-kejaran bahkan sempat terjadi saat petugas merespons laporan warga terkait keberadaan geng motor di kawasan Jalan Gatot Subroto.
Kasat Samapta Polrestabes Bandung AKBP Fajar Hari Kuncoro mengatakan, laporan masyarakat diterima sekitar pukul 02.10 WIB. Tim Perintis Presisi 2 Sat Samapta langsung bergerak dan menemukan rombongan geng motor yang diduga hendak melakukan aksi kriminal.
“Pengejaran dilakukan hingga Jalan Parakan. Satu orang berhasil diamankan dengan barang bukti senjata tajam jenis celurit,” ujar Fajar.
Pelaku kemudian diserahkan ke Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung sekitar pukul 03.00 WIB untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Sebelum insiden tersebut, patroli juga menemukan aktivitas konsumsi miras dan obat keras di wilayah Bandung Timur. Di kawasan Ujungberung, enam pemuda diamankan karena kedapatan membawa tiga botol minuman keras dan enam butir obat keras jenis Tramadol. Meski tidak ditahan, mereka diberikan peringatan keras dan diminta membubarkan diri.
Situasi serupa juga terpantau di sekitar kawasan SOR GBLA, menyusul laporan dugaan pembegalan yang masuk ke kepolisian. Meski tidak ditemukan kejadian pembegalan, patroli lanjutan mengungkap maraknya senjata tajam dan minuman keras yang beredar di malam hari.
Kabag Ops Polrestabes Bandung AKBP Asep Saepudin menyebutkan, secara keseluruhan petugas menyita 45 botol miras, sembilan butir Tramadol, serta berbagai jenis senjata tajam dan benda tumpul. Selain satu anggota geng motor, tiga orang dari kelompok bermotor yang menamakan diri ‘Albatros’ turut diamankan. Polisi juga menindak lima preman serta melakukan pembinaan terhadap 50 remaja yang terindikasi terlibat kenakalan remaja.
Patroli skala besar tersebut melibatkan ratusan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, dan instansi terkait, menyusuri sejumlah titik rawan kriminalitas di Kota Bandung.
Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan menegaskan, kepolisian tidak akan memberi ruang bagi aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Menurutnya, pencegahan harus dilakukan sebelum kejahatan benar-benar terjadi.
“Kami instruksikan jajaran untuk menekan pergerakan kelompok bermotor dan melakukan langkah pencegahan yang tegas serta terukur,” kata Rudi usai apel besar di Mapolrestabes Bandung.
