ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Upaya pencarian korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, masih berpacu dengan waktu. Hingga Minggu (1/2/2026) sore, enam orang dilaporkan belum ditemukan, sementara alat berat terus dikerahkan untuk menembus material longsoran yang menutup area permukiman.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan total 14 unit ekskavator ke lokasi bencana untuk mempercepat proses evakuasi dan penanganan darurat.
Seluruh alat berat difokuskan pada dua titik utama pencarian, yakni area evakuasi A1 dan A2, yang tertimbun material tanah dan lumpur cukup tebal.
ADVERTISEMENT
Mekarsari Pangalengan Longsor, Dua Balita Meninggal Dunia, Bupati Bandung Siapkan Relokasi Korban
Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan kementeriannya akan tetap berada di lapangan hingga proses evakuasi dinyatakan selesai. Menurutnya, keterlibatan Kementerian PU menjadi bagian dari upaya mempercepat pembukaan akses dan pencarian korban di tengah kondisi medan yang sulit.
“Kami memastikan seluruh peralatan bekerja optimal sampai penanganan darurat selesai,” ujar Dody dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Di lapangan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat mengoperasikan delapan unit ekskavator di area A2, sementara Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum mengerahkan lima unit ekskavator ke area A1.
Selain itu, satu unit ekskavator mini turut diturunkan untuk menjangkau titik-titik sempit yang tidak bisa diakses alat berat berukuran besar.
Tak hanya alat berat, persoalan lumpur dan genangan air juga menjadi tantangan dalam proses evakuasi. Sejumlah pompa air dan mobil tangki dikerahkan untuk membersihkan material longsoran sekaligus memenuhi kebutuhan air bersih di lokasi bencana dan pengungsian.
Di tengah masifnya pengerahan peralatan, data Basarnas mencatat sebanyak 158 orang terdampak akibat longsor ini. Dari jumlah tersebut, 78 orang berhasil diselamatkan, sementara pencarian terhadap enam korban lainnya masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
Kementerian PU menyatakan terus berkoordinasi dengan Basarnas, pemerintah daerah, TNI, dan Polri. Namun, dengan masih adanya korban yang belum ditemukan, proses evakuasi menjadi ujian krusial efektivitas penanganan darurat di wilayah rawan bencana seperti Cisarua.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






