ADVERTISEMENT
Otten Academy Bandung: Pintu Masuk Dunia Barista
Berbeda dengan pendekatan sertifikasi berjenjang, Otten Academy di Bandung lebih dikenal sebagai ruang belajar praktis bagi pemula dan penghobi kopi.
Sebagai bagian dari jaringan ritel peralatan kopi, peserta mendapatkan akses langsung ke berbagai mesin espresso dan perangkat seduh yang umum digunakan di industri.
Materi pelatihan di Otten Academy meliputi teknik latte art, manual brewing, serta pengenalan pengoperasian mesin espresso dalam konteks operasional kedai.
ADVERTISEMENT
Mengacu pada jadwal pelatihan 2026 yang dipublikasikan penyelenggara, sebagian besar kelas disusun dalam format tematik berdurasi singkat.
Model ini kerap dimanfaatkan peserta untuk mengukur minat dan kesiapan sebelum melangkah ke pelatihan yang lebih intensif. Integrasi kelas dengan aktivitas roastery juga memberi gambaran awal mengenai ritme kerja dan dinamika industri kopi dari sisi hulu hingga hilir.
EDC Coffee Class: Dari Teknik Seduh ke Operasional Kedai
EDC Coffee Class menawarkan pendekatan berbeda melalui sistem pelatihan modular. Selain teknik penyeduhan, peserta diperkenalkan pada standar kebersihan area kerja, alur operasional bar, hingga perawatan peralatan kopi.
Berlokasi di kawasan Cipadung, Cibiru, lembaga ini menyediakan program berjenjang sebagaimana tercantum dalam layanan pelatihan 2026.
Kurikulum mencakup kelas teknis spesifik hingga paket intensif yang memadukan keterampilan barista dengan pengenalan manajemen operasional kedai.
Pendekatan tersebut mencerminkan kebutuhan industri yang menuntut barista tidak hanya piawai menyeduh kopi, tetapi juga memahami proses kerja secara menyeluruh dalam lingkungan usaha yang kompetitif.
Sertifikasi Internasional dan Arah Kompetensi Industri
Dalam ekosistem kopi modern, sertifikasi internasional menjadi salah satu tolok ukur kompetensi profesional.
Standar Specialty Coffee Association (SCA) digunakan sebagai acuan global dalam teknik seduh, penilaian kualitas biji, serta praktik kerja barista di berbagai sektor, termasuk kafe spesialti dan industri perhotelan.
Pemilihan sekolah barista di Bandung umumnya mempertimbangkan relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri, pengalaman instruktur, serta kelengkapan fasilitas praktik.
Faktor lain yang turut menjadi perhatian adalah rekam jejak alumni dan keterkaitan program pelatihan dengan dunia kerja, yang mencerminkan sejauh mana lembaga tersebut terhubung dengan pasar tenaga kerja di sektor kopi.
Dengan semakin kompetitifnya industri kopi Bandung, keberadaan pelatihan barista tidak lagi sekadar alternatif belajar, melainkan bagian dari strategi membangun profesionalisme dan keberlanjutan usaha di tengah perubahan selera konsumen.
Luqman Dwirizal Arifin/MG
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






