ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Jalur sepeda di Kota Bandung dibangun sebagai bagian dari kebijakan transportasi berkelanjutan untuk mendukung mobilitas ramah lingkungan, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan bermotor.
Infrastruktur ini tersebar di sejumlah ruas jalan utama dan kawasan pusat kota dengan menggunakan anggaran daerah.
Dalam dokumen perencanaan transportasi perkotaan, jalur sepeda Bandung tidak diposisikan sebagai fasilitas rekreasi semata, melainkan sebagai bagian dari sistem transportasi harian.
ADVERTISEMENT
Namun hingga kini, kondisi lalu lintas Kota Bandung masih didominasi kendaraan bermotor, sementara pemanfaatan jalur sepeda belum menunjukkan dampak signifikan terhadap pengurangan kemacetan.
Jalur Sepeda Bandung sebagai Solusi Last Mile Transportasi
Secara konsep, jalur sepeda dirancang untuk mendukung pergerakan jarak pendek atau last mile, yakni menghubungkan halte bus, terminal, dan stasiun dengan tujuan akhir seperti perkantoran, kawasan permukiman, hingga pusat aktivitas masyarakat.
Skema ini bertujuan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pada perjalanan pendek yang selama ini menjadi penyumbang utama kepadatan lalu lintas perkotaan.
Instrumen Transportasi Berkelanjutan
Pemerintah Kota Bandung mendorong peralihan dari kendaraan bermotor menuju transportasi tidak bermotor, termasuk sepeda, sebagai upaya menekan emisi gas buang dan memperbaiki kualitas udara.
Dalam kerangka kebijakan tersebut, jalur sepeda diposisikan sebagai infrastruktur strategis untuk mendorong perubahan perilaku mobilitas masyarakat, khususnya untuk perjalanan harian jarak dekat.
Data Mobilitas Kota Bandung Masih Didominasi Kendaraan Bermotor
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan sumber data terbuka pemerintah daerah, mobilitas harian warga Bandung hingga kini masih didominasi sepeda motor dan mobil pribadi. Jumlah kendaraan bermotor terus meningkat setiap tahun, sementara kapasitas dan panjang jalan kota relatif stagnan.
Kondisi ini memperlihatkan tekanan lalu lintas yang semakin tinggi dan mempersempit ruang gerak bagi moda transportasi alternatif seperti sepeda.
Aspek Keselamatan Pengguna Jalur Sepeda
Dari sisi teknis, jalur sepeda berfungsi sebagai pemisah antara kendaraan berkecepatan tinggi dengan pengguna jalan berkecepatan rendah. Marka khusus, pengecatan jalur, hingga pembatas fisik di beberapa ruas jalan bertujuan meningkatkan keselamatan pesepeda di tengah lalu lintas padat.
Dalam konsep keselamatan jalan, pemisahan ruang gerak ini diharapkan mampu menekan risiko kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pesepeda dan kendaraan bermotor.
Redistribusi Ruang Jalan Kota Bandung
Pembangunan jalur sepeda juga menjadi bagian dari kebijakan redistribusi ruang milik jalan. Pemerintah berupaya menata ulang ruang jalan agar tidak sepenuhnya didominasi kendaraan bermotor, melainkan lebih inklusif bagi berbagai pengguna jalan, termasuk pesepeda dan pejalan kaki.
Kebijakan ini menempatkan jalan raya sebagai ruang publik bersama, bukan sekadar koridor lalu lintas kendaraan bermotor.
Infrastruktur Terbangun, Pemanfaatan Jalur Sepeda Belum Optimal
Meski jalur sepeda telah dibangun di sejumlah ruas strategis, realitas di lapangan menunjukkan dominasi kendaraan bermotor masih menjadi wajah utama mobilitas Kota Bandung. Jalur sepeda kerap berjalan berdampingan dengan kepadatan lalu lintas tanpa perubahan signifikan pada pola perjalanan warga.
Dalam konteks kebijakan transportasi, pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya berhenti pada fisik semata. Diperlukan integrasi antarmoda, pengawasan pemanfaatan ruang jalan, serta konsistensi kebijakan agar tujuan awal pengurangan kemacetan dan peningkatan kualitas mobilitas dapat tercapai.
Munculnya jalur sepeda di tengah tren peningkatan jumlah kendaraan bermotor menegaskan tantangan besar dalam manajemen ruang jalan Kota Bandung. Tanpa evaluasi menyeluruh dan penguatan kebijakan, jalur sepeda berpotensi menjadi infrastruktur yang tidak optimal, alih-alih solusi nyata mobilitas perkotaan.
Luqman Dwirizal Arifin/MG
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






