ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Ruang publik di Kota Bandung kini tak hanya dipenuhi keluarga muda atau ibu dan anak. Dalam beberapa waktu terakhir, semakin sering terlihat para ayah yang mendorong stroller sambil menemani anak mereka berjalan santai di taman kota maupun jalur pedestrian.
Aktivitas ini kemudian berkembang menjadi fenomena sosial berupa komunitas bapak-bapak stroller di Bandung.
Fenomena tersebut turut terdokumentasi melalui akun media sosial Instagram @bapak2stroller, yang menjadi wadah berbagi aktivitas ayah bersama anak di ruang publik.
ADVERTISEMENT
Pameran Foto “Ragam” di STIKOM Bandung Tampilkan 84 Karya Fotografi Mahasiswa
Melalui unggahan foto dan video, akun ini menampilkan keseharian para ayah yang aktif terlibat dalam pengasuhan, mulai dari berjalan santai, berbagi cerita ringan, hingga humor khas seputar kehidupan keluarga.
Bandung dan Ruang Publik Ramah Keluarga
Sebagai kota yang memiliki banyak taman dan ruang terbuka hijau, Bandung dinilai cukup mendukung aktivitas keluarga.
Sejumlah ruang publik seperti taman kota dan jalur pejalan kaki kerap dimanfaatkan warga untuk menghabiskan waktu bersama anak, termasuk oleh para ayah yang menggunakan stroller.
Kondisi tersebut secara tidak langsung menciptakan ruang sosial baru bagi para ayah. Interaksi yang terbangun di ruang publik memungkinkan mereka saling bertukar pengalaman, cerita pengasuhan, hingga membangun jejaring sosial yang sebelumnya jarang terlihat dalam budaya perkotaan.
Media Sosial sebagai Penguat Komunitas Ayah
Keberadaan akun Instagram @bapak2stroller menunjukkan peran media sosial dalam memperkuat komunitas ayah di Bandung.
Konten yang dibagikan umumnya menampilkan aktivitas sederhana seperti berjalan santai bersama anak, cerita keseharian mengasuh anak, serta pesan tentang pentingnya keterlibatan ayah dalam keluarga.
Melalui pendekatan visual yang ringan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, akun ini menghadirkan gambaran bahwa peran ayah dalam pengasuhan tidak selalu identik dengan figur otoritatif, melainkan hadir sebagai pendamping yang aktif dan terlibat.
Menggeser Cara Pandang tentang Pengasuhan
Munculnya komunitas bapak-bapak stroller mencerminkan perubahan cara pandang masyarakat terhadap peran ayah. Pengasuhan anak tidak lagi dipahami sebagai tanggung jawab satu pihak, melainkan sebagai kerja sama antara orang tua.
Kehadiran ayah di ruang publik bersama anak juga secara perlahan mengikis stereotip lama bahwa peran ayah terbatas pada pemenuhan ekonomi keluarga. Aktivitas sederhana seperti mendorong stroller menjadi simbol keterlibatan emosional ayah dalam tumbuh kembang anak.
Dampak Sosial bagi Keluarga Urban
Bagi keluarga urban, keterlibatan ayah dalam aktivitas harian anak dinilai membawa dampak positif. Selain memperkuat hubungan emosional antara ayah dan anak, interaksi antar ayah juga menciptakan ruang dukungan sosial yang sebelumnya jarang terlihat.
Fenomena ini menunjukkan bahwa perubahan sosial sering kali berangkat dari aktivitas sederhana di ruang publik, namun memiliki makna yang lebih luas bagi dinamika keluarga perkotaan.
Refleksi Parenting Modern di Kota Bandung
Komunitas bapak-bapak stroller di Bandung menjadi cerminan berkembangnya konsep parenting modern di kota besar. Ayah hadir bukan sekadar sebagai pendamping, tetapi sebagai figur yang aktif dalam pengasuhan.
Melalui pemanfaatan ruang publik dan media sosial, fenomena ini memperlihatkan bagaimana nilai kebersamaan dalam keluarga terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat urban.
Luqman Dwirizal Arifin / MG
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT





