KORANMANDALA.COM –Kemacetan lalu lintas kerap terjadi di ruas Jalan Ciwastra hingga kawasan Kordon, Kota Bandung. Kondisi ini dipicu oleh angkutan kota (angkot) yang berhenti atau mengetem sembarangan, ditambah tingginya volume kendaraan besar, khususnya truk dari arah Sapan.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan kerap mengular dari kawasan Bodogol, Pasar Ciwastra, hingga Kordon. Kepadatan paling parah terjadi pada jam berangkat dan pulang kerja, serta meningkat pada akhir pekan.
Seorang warga Ciwastra, Iwan, mengaku kemacetan tersebut berdampak langsung pada aktivitas sehari-harinya, terutama saat menjemput anak pulang sekolah.
“Sering telat jemput anak karena macet. Angkot suka ngetem sembarangan, ditambah truk keluar-masuk dari arah Sapan,” ujar Iwan, Rabu (28/1).
Menurutnya, tidak adanya pangkalan resmi membuat angkot kerap berhenti di bahu jalan untuk menunggu penumpang, sehingga mempersempit ruang gerak kendaraan lain. Situasi ini diperparah oleh truk bertonase besar yang melintas di jalur tersebut.
Selain menghambat arus lalu lintas, kepadatan kendaraan juga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pejalan kaki.
Iwan menuturkan, ia pernah menyaksikan seorang ibu terserempet sepeda motor saat berjalan di pinggir jalan menuju pasar.
“Motor banyak yang selap-selip karena macet. Pejalan kaki jadi rawan,” katanya.
Meski kondisi tersebut kerap memicu emosi pengguna jalan, Iwan memilih tetap bersabar saat berkendara.
“Semua juga ngerasain hal yang sama. Jadi ya saling jaga emosi saja,” ucapnya. (Dafi/MG)
