KORANMANDALA.COM –Bencana longsor yang melanda wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, menyisakan duka mendalam bagi warga terdampak. Di balik upaya penyelamatan dan pencarian korban, tersimpan kisah pilu seorang pelajar SMP yang berhasil selamat namun harus kehilangan dua teman sekolahnya.
Sabrina (14), siswi SMP, menjadi salah satu korban selamat dalam peristiwa longsor tersebut. Saat ini, ia mengungsi di Pos Pengungsian Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, bersama warga terdampak lainnya.
Di usia yang masih belia, Sabrina harus menerima kenyataan pahit bahwa dua sahabat yang biasa menemaninya di sekolah dinyatakan hilang akibat longsor. Dengan suara lirih, ia menceritakan kesedihannya atas musibah yang terjadi begitu cepat.
“Ada dua teman sekolah yang hilang,” ujar Sabrina, Rabu (28/1/2026).
Ia mengaku tidak menyangka bencana tersebut akan merenggut orang-orang terdekat dalam kehidupannya. Kenangan bersama kedua temannya masih melekat, terlebih aktivitas sederhana yang baru saja mereka lakukan bersama di sekolah.
“Sedih, soalnya hari Jumat masih main di sekolah bareng. Nggak nyangka besoknya kejadian seperti ini,” katanya.
Bagi Sabrina, sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang untuk bermain dan berbagi cerita bersama teman-teman. Kehilangan itu membuat suasana pengungsian terasa semakin berat, terutama bagi anak-anak seusianya yang harus menghadapi duka di tengah keterbatasan.
Sabrina berharap kedua temannya dapat segera ditemukan, sembari berusaha menguatkan diri bersama keluarga di pengungsian.
Sementara itu, proses pencarian korban longsor masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Upaya evakuasi kerap terkendala cuaca buruk dan kondisi tanah yang masih labil. Warga terdampak, termasuk anak-anak, masih bertahan di lokasi pengungsian sambil menunggu situasi dinyatakan aman.
Peristiwa longsor di Cisarua ini meninggalkan duka mendalam, khususnya bagi anak-anak yang harus menghadapi kehilangan di usia yang seharusnya dipenuhi tawa dan kebersamaan.
Muhammad Farhan Rizqi/MG
