ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Pemanfaatan maggot atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF) dinilai menjadi metode biokonversi tercepat dalam menangani sampah organik di Kota Bandung. Selain mampu mengurangi volume limbah rumah tangga secara signifikan, metode ini juga menghasilkan pakan ternak berprotein tinggi.
Salah seorang pegiat budidaya maggot di Bandung, Ian, mengatakan metode biokonversi menggunakan maggot lebih efisien dibandingkan sistem pengelolaan sampah organik lainnya.
“Metode ini paling cepat dibanding pengelolaan sampah lainnya,” ujar Ian saat ditemui, Selasa (27/1/2026).
ADVERTISEMENT
TPA Sarimukti Kritis, Pemkot Bandung Bakal ‘Magotisasi’ 151 Kelurahan untuk Kurangi Sampah
Menurut Ian, pemanfaatan maggot mulai diterapkan secara masif di Kota Bandung sejak 2021 sebagai respons atas kondisi darurat sampah yang terus berulang. Program ini dinilai efektif jika didukung kolaborasi antara pembudidaya dan pemerintah, terutama dalam penyediaan sarana, prasarana, serta lokasi pengelolaan yang memadai.
Ia menjelaskan, larva BSF memiliki kemampuan luar biasa dalam mengurai limbah organik. Dalam satu hari, satu kilogram maggot mampu mengurai hingga dua kilogram sampah organik.
“Kapasitas penguraiannya bisa mencapai dua kali lipat dari berat tubuh maggot itu sendiri,” katanya.
Tak hanya mengurangi volume sampah, sisa hasil proses biokonversi maggot juga memiliki nilai guna. Limbah sisa penguraian dapat diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi sektor pertanian dan urban farming.
Ian menjelaskan, proses budidaya maggot relatif sederhana. Tahap awal dimulai dengan menyiapkan wadah biopon berbahan plastik atau kayu untuk menampung telur atau larva maggot. Larva kemudian diberi pakan berupa sampah organik secara rutin.
“Maggot bisa dipanen saat berusia sekitar 20 hari. Sebagian hasil panen disisakan untuk menjadi pupa agar siklus budidaya tetap berlanjut, sementara sisa limbahnya diolah menjadi kompos,” ujarnya.
Pemanfaatan maggot diharapkan menjadi salah satu solusi konkret dan berkelanjutan dalam mengatasi persoalan sampah di Kota Bandung yang hingga kini masih menjadi masalah krusial. (Dafi/MG)
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






