ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Pasca bencana tanah longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), ratusan warga terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi aman guna menghindari potensi longsor susulan.
Longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut secara terus-menerus sejak Kamis hingga Sabtu. Peristiwa ini berdampak pada sejumlah permukiman warga di kawasan lereng perbukitan, menyebabkan akses jalan terputus serta mengancam keselamatan warga.
Saat ini, sebagian besar warga terdampak mengungsi di GOR Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Di lokasi pengungsian, para pengungsi mendapatkan bantuan logistik serta layanan kesehatan dari pemerintah dan tim gabungan.
ADVERTISEMENT
Salah seorang penyintas, Maman (73), mengaku bersyukur masih dapat menyelamatkan diri saat bencana terjadi.
“Alhamdulillah saya masih bisa keluar rumah. Bantuan dari pemerintah sudah banyak, tim kesehatan juga sering datang. Saya berharap bisa mendapatkan tempat tinggal yang aman dan jauh dari bencana,” ujar Maman saat ditemui di pos pengungsian, Senin (26/1/2026).
Ketua Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, Asep, mengatakan pengungsian dilakukan sebagai langkah antisipasi karena kondisi tanah di lokasi kejadian masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan.
“Berdasarkan pengamatan visual di lapangan, hujan dengan intensitas tinggi terjadi berturut-turut sejak Kamis hingga Sabtu. Debit air dari kawasan perbukitan meningkat dan diduga terdapat saluran air yang tertutup longsoran lama, sehingga terjadi penumpukan air,” kata Asep, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan, penumpukan debit air tersebut mencapai titik puncak pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB dan meluap ke permukiman warga di Kampung Pasir Kuning hingga ke wilayah yang lebih rendah.
“Volume air yang melimpah membawa material longsoran dan menimpa rumah-rumah warga. Hal ini yang menyebabkan kerusakan cukup parah,” ujarnya.
Asep menambahkan, jumlah warga terdampak diperkirakan mencapai 200 hingga 300 jiwa, dengan puluhan kepala keluarga dilaporkan kehilangan tempat tinggal. Hingga saat ini, BPBD bersama tim gabungan masih melakukan pendataan serta pemantauan di sejumlah titik rawan.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap berada di pengungsian dan tidak panik dalam menyikapi kondisi pascabencana.
“Tidak ada yang bisa menjamin longsor tidak terjadi lagi. Kami mengimbau warga tetap waspada, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya,” pungkas Asep.
(Muhammad Farhan Rizqi/MG)
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






