ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Pameran seni bertajuk INSIGHT #5 digelar di Galeri Sanggar Olah Seni, Jalan Siliwangi No. 7, Babakan Siliwangi, Kota Bandung. Pameran ini menjadi ruang presentasi proses pembelajaran mahasiswa Program Studi Seni Rupa Murni Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, dengan menampilkan hasil eksplorasi visual yang dikerjakan selama satu semester.
INSIGHT #5 merupakan bagian dari kegiatan akademik yang dirancang untuk mengasah kemampuan teknis sekaligus memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap budaya visual. Tidak hanya menampilkan karya akhir, pameran ini juga menonjolkan proses kreatif yang dilalui mahasiswa sejak tahap awal pembelajaran.
Panitia penyelenggara pameran, Fathur Dwi Putra Hardian, menjelaskan bahwa INSIGHT #5 dirancang sebagai bagian integral dari metode pembelajaran di kelas.
ADVERTISEMENT
Visualnya Juara! 5 Museum Estetik di Bandung 2026 Ini Cocok Jadi List Date Ideas Kamu
“Pameran ini memang menjadi bagian dari proses belajar. Mahasiswa mengerjakan tugas-tugas menggambar selama satu semester, kemudian hasilnya dipresentasikan dalam bentuk pameran,” ujar Fathur saat ditemui di lokasi pameran, Senin (26/1/2026).
Menurutnya, setiap karya yang dipamerkan berangkat dari latihan dasar menggambar, seperti eksplorasi garis dan teknik arsir, sebelum dikembangkan ke format yang lebih besar dan kompleks.
“Mahasiswa memulai dari modul-modul kecil, lalu salah satunya dipilih dan dikembangkan ke ukuran yang lebih besar. Dari situ mereka belajar konsistensi visual sekaligus pengembangan ide,” jelasnya.
Selain menekankan aspek teknis, INSIGHT #5 juga mengangkat pendekatan naratif melalui tema budaya dan cerita. Sejumlah karya memvisualisasikan folklore Indonesia yang ditafsirkan ulang dengan sudut pandang personal para mahasiswa, sehingga menghadirkan dialog antara tradisi dan ekspresi kontemporer.
Salah satu mahasiswa peserta pameran, Khansa Ribbi Putri Areszia, mengungkapkan bahwa proses berkarya tidak hanya berfokus pada penguasaan teknik, tetapi juga pada makna visual yang ingin disampaikan.
“Karya saya berangkat dari cerita folklore yang kemudian saya twist supaya punya pesan. Visualnya saya olah dengan pendekatan tertentu agar emosi dan maknanya bisa tersampaikan,” kata Khansa.
Ia menambahkan, proses penciptaan karya dilakukan melalui asistensi dan bimbingan dosen secara berkala. Mahasiswa diberi waktu sekitar dua minggu untuk mengerjakan karya sebelum mendapatkan masukan untuk penyempurnaan.
“Setelah dua minggu, karya dikonsultasikan kembali. Ada yang harus diperbaiki atau ditambahkan supaya pesan visualnya lebih kuat,” ujarnya.
Melalui Pameran INSIGHT #5, mahasiswa tidak hanya dilatih menghasilkan karya secara teknis, tetapi juga memahami fungsi seni sebagai medium budaya visual. Pameran ini menjadi jembatan antara proses akademik dan praktik seni di ruang publik.
INSIGHT #5 dijadwalkan berlangsung selama sepuluh hari, mulai 18 hingga 27 Januari 2026, dan terbuka untuk umum. (Rifki Rafsanjani/MG)
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






