ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat terus memperkuat penanganan dampak bencana longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Sejak hari pertama pascabencana, Dinsos Jabar menurunkan pekerja sosial dan penyuluh sosial untuk memberikan layanan dukungan psikososial kepada para pengungsi.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Noneng Komara Nengsing, menegaskan bahwa pendampingan psikososial dilakukan secara berkelanjutan guna mencegah trauma berkepanjangan pada para penyintas.
ADVERTISEMENT
Visualnya Juara! 5 Museum Estetik di Bandung 2026 Ini Cocok Jadi List Date Ideas Kamu
“Sampai saat ini, para pekerja sosial dan penyuluh sosial Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat masih terus mendampingi para pengungsi agar tidak mengalami trauma yang berlarut-larut akibat bencana. Pendampingan ini telah dilakukan sejak hari pertama dan akan terus dilanjutkan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Noneng, Minggu (25/1/2026).
Hingga Minggu (25/1/2026) pukul 12.00 WIB, Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Dinsos Jabar telah melaksanakan pendampingan di dua lokasi pengungsian, yakni GOR dan Aula Kantor Desa Pasirlangu. Total pengungsi yang terlayani mencapai 394 jiwa.
Sementara itu, Ketua Tim LDP Dinsos Jabar, Rudy, menjelaskan bahwa pada hari kedua pascabencana, kondisi psikologis para pengungsi masih belum sepenuhnya stabil. Sejumlah penyintas masih mengalami syok, trauma, serta kecemasan, terutama akibat kehilangan tempat tinggal dan masih menunggu kepastian anggota keluarga yang belum ditemukan.
“Pada hari kedua pascakejadian, kondisi psikologis di pengungsian masih cukup labil. Ada pengungsi yang masih mengalami trauma dan kekhawatiran terhadap kondisi keluarganya,” kata Rudy.
Dalam pelaksanaannya, Tim LDP yang terdiri dari fungsional penyuluh sosial dan pekerja sosial Dinsos Jabar menerapkan pendekatan individual dan kelompok kecil berbasis keluarga. Kegiatan pendampingan meliputi asesmen awal kondisi psikologis, pendampingan emosional, mendengarkan cerita para penyintas, serta pengenalan teknik relaksasi dan pernapasan untuk meredakan ketegangan.
Berdasarkan hasil pendampingan sementara, Tim LDP Dinsos Jabar mengidentifikasi sembilan penyintas yang terindikasi mengalami trauma dan membutuhkan penanganan lanjutan.
Selain memberikan layanan dukungan psikososial, Dinsos Jabar juga memastikan pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas. Melalui koordinasi dengan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Bandung Barat, telah diproduksi dan didistribusikan sebanyak 1.500 paket nasi bungkus.
Bantuan makanan tersebut juga disalurkan kepada 300 relawan, 285 personel TNI, 200 personel Brimob, 100 personel Polres, serta 15 perangkat desa yang terlibat dalam proses penanganan bencana.
Dinsos Provinsi Jawa Barat memastikan layanan dukungan psikososial akan terus dilanjutkan dalam beberapa hari ke depan, seiring dengan penyaluran logistik kebencanaan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.
Melalui intervensi terpadu ini, Dinsos Jabar menegaskan komitmennya untuk hadir secara aktif dalam penanganan bencana, tidak hanya melalui pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga pemulihan psikologis para penyintas, agar masyarakat terdampak dapat bangkit dan pulih secara bertahap pascabencana.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






