ADVERTISEMENT
Kondisi tersebut menjadi latar belakang keputusan para pedagang untuk mengambil alih pengelolaan sementara ITC Kebon Kalapa sejak Januari 2023. Langkah itu diambil agar aktivitas perdagangan tetap berjalan, termasuk menjamin operasional gedung seperti pembayaran listrik dan perawatan fasilitas.
“Waktu itu listrik sempat padam karena masa transisi pengelola. Kami tahu yang menerima pembayaran adalah Perumda Pasar, jadi pedagang langsung mendatangi pihak Perumda agar segera dibayarkan ke PLN. Tapi saat itu terjadi saling lempar kewajiban, sampai akhirnya gedung gelap total,” tuturnya.
Situasi tersebut mendorong para pedagang untuk berkumpul dan bermusyawarah. Hasilnya, mereka sepakat melakukan pengelolaan sementara secara mandiri demi keberlangsungan aktivitas usaha.
ADVERTISEMENT
Meski demikian, Tedi menegaskan bahwa para pedagang tetap berharap adanya kejelasan sikap dari Pemerintah Kota Bandung terkait status lahan ITC Kebon Kalapa agar kepastian hukum bagi pemilik kios dapat terjamin.
Ia juga berharap pemerintah membuka ruang dialog dan melihat kondisi riil di lapangan, terutama di tengah upaya ITC Kebon Kalapa mendukung UMKM serta relokasi pedagang kaki lima melalui program sewa kios gratis.
“Kalau statusnya jelas, kami bisa membangun lebih maksimal. Bukan hanya untuk pedagang, tapi juga untuk mendukung perekonomian kota,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






