ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Di tengah kebijakan relokasi pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah titik Kota Bandung, pengelola ITC Kebon Kalapa menghadirkan solusi dengan menggratiskan sewa kios bagi pedagang.
Program ini digagas Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS)-P2K ITC Kebon Kalapa sebagai upaya menghidupkan kembali gedung pusat perbelanjaan yang selama ini dikenal sepi.
Ketua P3SRS-P2K ITC Kebon Kalapa, Ahmad Kustedi (42) yang akrab disapa Pak Tedi, mengatakan program tersebut lahir dari kesepakatan bersama para pedagang dengan visi dari “kita, oleh kita, untuk kita”
ADVERTISEMENT
Persib Bandung Kembali “Gocek” Bobotoh, Dion Markx Resmi Diperkenalkan Tanpa Rumor
“Secara teknis pelaksanaannya, program gratis ini memang benar-benar dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Itu visi misi kami. Tujuannya jelas, supaya gedung ini terisi dan kembali hidup,” ujar Pak Tedi saat ditemui di ITC Kebon Kalapa Senin 26/1
Dalam program ini, pedagang tidak dibebankan biaya sewa kios. Mereka hanya diwajibkan membayar biaya listrik dan service charge yang digunakan untuk operasional gedung.
“Kita enggak membebankan nilai sewa. Yang dibayar itu hanya kewajiban listrik dan service charge Jadi murni operasional saja,” jelasnya.
Untuk teknis pendaftaran, pihak pengelola akan mendata pedagang yang berminat terlebih dahulu. Pembukaan kios dilakukan secara serentak dalam satu blok agar aktivitas perdagangan lebih hidup.
“Misalnya satu blok itu ada sekitar 12 kios. Ketika sudah terkumpul, kita bukakan serentak. Lokasinya nanti kami yang tentukan. Di awal, pedagang cukup membayar listrik dan service charge satu bulan, setelah itu kios langsung dibuka,” katanya.
Saat ini, ITC Kebon Kalapa memiliki sekitar 2.000 kios, dengan tingkat keterisian sekitar 630 kios, Lebih lanjut, Pak Tedi berharap program ini dapat menjadi alternatif bagi PKL agar tidak lagi berjualan di jalanan dengan risiko penertiban dan biaya tidak resmi.
“Kami berharap melalui media, informasi ini sampai ke teman-teman PKL. Daripada di jalan dikejar-kejar Satpol PP, kehujanan, kepanasan, lebih baik berdagang di sini,” katanya.
ITC Kebon Kalapa sendiri beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 19.00 WIB. Meski demikian, pihak pengelola optimistis program ini mampu membantu pedagang meningkatkan penjualan secara offline.
Menutup pernyataannya, Pak Tedi kembali menekankan visi dan misi utama program tersebut.
“Visi misi pedagang ITC Kebon Kalapa itu satu: dari kita, oleh kita, untuk kita. Siapa pun yang bergabung dan punya ide demi kebaikan bersama, pasti kami terima. Ini bukan hanya untuk pedagang, tapi juga untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






