Daerah

Dari Cilembu ke Mancanegara, UMKM lokal Ini Hasilkan Omzet Rp300 Juta per Bulan

KORANMANDALA.COM –Berangkat dari kecintaan pada daerah dan terinspirasi sejarah perjuangan Cadas Pangeran, Muhammad Alfarizi (29) menamai usahanya Snack Pangeran Cilembu (SPC) sebagai simbol semangat mengangkat potensi lokal.

UMKM asal Tanjungsari, Kabupaten Sumedang ini kini berkembang pesat dan mampu meraup omzet hingga Rp300 juta per bulan.

Alfarizi mengungkapkan, nama Snack Pangeran Cilembu (SPC) terinspirasi dari sosok Cadas Pangeran yang menjadi simbol perjuangan rakyat Sumedang dalam mempertahankan daerahnya.

ADVERTISEMENT

DPRD Bandung Dorong Kemenhub Bangun JPO di Jalan Soekarno-Hatta

Filosofi tersebut ia bawa dalam usahanya untuk memperjuangkan produk lokal agar memiliki nilai jual tinggi dan dikenal luas, termasuk hingga mancanegara.

“Waktu itu saya melihat Patung Cadas Pangeran, yang punya sejarah perjuangan di dalamnya Dari situ saya terpikir bagaimana caranya meningkatkan derajat daerah dan produk lokal, khususnya Ubi Cilembu,” ujar Alfarizi. Sabtu 24/1

Usaha pengolahan ubi Cilembu madu ini telah dijalankan selama kurang lebih tiga tahun. Berawal dari melihat potensi lahan warga yang belum tergarap optimal, Alfarizi menginisiasi pengembangan ubi Cilembu sebagai komoditas unggulan yang mampu menggerakkan ekonomi lokal.

Keunikan utama produk SPC terletak pada cita rasa ubi Cilembu yang khas, dengan manis alami yang mengeluarkan cairan menyerupai madu saat dipanggang.

“Kalau ubi Cilembu itu madunya keluar alami dari ubinya sendiri. Rasanya asli, itu yang bikin orang suka dan beda dengan ubi yang lain,” jelasnya.

Dalam operasionalnya, SPC kini mempekerjakan sekitar 15 karyawan aktif di gudang. Saat masa panen, jumlah tenaga kerja dapat bertambah hingga 20 orang, yang sebagian besar berasal dari warga sekitar.

Panen Ubi Cilembu

“Alhamdulillah, tetangga dan warga yang sebelumnya tidak punya pekerjaan sekarang bisa ikut bekerja. Pertanian ubi Cilembu juga gini mulai dikembangkan,” katanya.

Berawal dari produk olahan khas daerah, Snack Pangeran Cilembu kini perlahan menjelma menjadi camilan lokal yang mampu bersaing di pasar nasional hingga mancanegara. Pemanfaatan platform e-commerce menjadi salah satu kunci perluasan pasar produk ini.

“Alhamdulillah konsumen kami hampir seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua. Untuk pasar luar negeri, produk ini telah dikirim ke Singapura, Malaysia, serta mulai merambah Korea dan Jepang. Menariknya, konsumen mancanegara juga semakin tertarik dengan olahan ubi Cilembu yang beragam, mulai dari ubi bakar, Ubi brulle.” Ujarnya

Menutup keterangannya, Alfarizi berpesan kepada generasi muda agar tidak ragu memulai usaha dari potensi yang ada di daerah.

“Intinya kalau mau usaha harus konsisten, fokus, dan telaten. Jangan takut memulai dari daerah sendiri, karena potensi lokal itu besar kalau dikelola dengan serius,” pungkasnya.

KoranMandala.com

Published by

Recent Posts

Ekspor Naik, PHK Tekstil Masih Membayangi Jawa Barat

KORAN MANDALA – Lonjakan nilai ekspor nasional belum sepenuhnya berdampak pada penyerapan tenaga kerja di…

24 menit ago

Adang Rochyana Terpilih Aklamasi Pimpin PMI Jabar 2026–2031

KORAN MANDALA –Irjen Pol (Purn.) Adang Rochyana kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Palang Merah…

51 menit ago

Jadwal Padat Mengadang, Marc Klok Tegaskan Target Persib

KORAN MANDALA –Persib Bandung tak punya banyak ruang untuk lengah. Di tengah jadwal pertandingan yang…

2 jam ago

Zakat BAZNAS Garut Tembus Rp13 Miliar, Penghimpunan Menurun

KORAN MANDALA – Penghimpunan zakat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Garut mencapai Rp13 miliar pada…

3 jam ago

Cara Cek Desil Bansos 2026 Lewat HP, Ketahui Status Kesejahteraan

KORAN MANDALA –Masyarakat dapat mengecek desil kesejahteraan keluarga untuk mengetahui kelompok tingkat kesejahteraan yang tercatat…

4 jam ago

Jagad Music Waldorf Vol.1: Saat Musik Jadi Ruang Tumbuh Bersama Anak

KORAN MANDALA – Minggu pagi (18/10/2026), Jagad Alit Waldorf, sekolah Waldorf di Bandung yang menerapkan…

4 jam ago