KORANMANDALA.COM –Seniman asal Kabupaten Garut, Agus Obar Santana, resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Kesenian Garut (DKG) periode 2026–2030. Agus, yang lahir pada 1967, dikenal sebagai pegiat seni Sunda yang konsisten memperjuangkan pelestarian kesenian tradisional di daerahnya.
Pemilihan Ketua DKG tersebut dilaksanakan di Gedung Pendopo Kabupaten Garut pada Kamis (22/1/2026). Terpilihnya Agus menandai babak baru kepemimpinan Dewan Kesenian Garut di tengah tantangan regenerasi seniman dan minimnya minat generasi muda terhadap seni tradisional.
Kecintaan Agus terhadap dunia seni bermula dari seni calung, yang pada masanya menjadi hiburan rakyat yang selalu dinantikan dalam berbagai pentas seni. Berkat ketekunan dan dedikasinya, Agus pernah meraih prestasi dalam ajang Pasanggiri Calung tingkat Jawa Barat.
PLN UP3 Bandung Perkuat Kualitas Layanan Pelanggan Melalui Refreshment Pelatihan Bersama Satpam
Tak hanya calung, Agus juga mendalami seni lengser, serta aktif di bidang seni musik dan pembawa acara (MC). Seiring perjalanan kariernya, berbagai penghargaan dan pengakuan berhasil diraih, di antaranya sertifikat kejuaraan, sertifikat penjurian, serta sertifikat pelatihan kesenian.
Saat ditemui di kediamannya, Jumat (23/1/2026), Agus menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya Sunda.
“Saat ini yang ada dalam benak saya adalah mengajak kawula muda untuk mencintai seni budaya pribumi, khususnya budaya Sunda. Dari pengamatan saya, yang masih menggarap kesenian seperti karawitan dan pencak silat baru sekitar 40 persen,” ujar Agus.
Ia juga menyoroti dukungan pemerintah daerah terhadap Dewan Kesenian Garut yang dinilainya sudah baik, meski masih terkendala keterbatasan anggaran.
“Dukungan pemerintah terhadap DKG cukup baik, namun dari sisi penganggaran masih kurang. Padahal garapan DKG sangat banyak, terdiri dari sembilan komite dan 21 induk organisasi seni, dengan jumlah anggota sekitar 600 seniman,” katanya.
Selain fokus pada pengembangan seni, Agus juga mendorong perlindungan sosial bagi para pelaku seni. Ia menyebutkan, saat ini sekitar 150 seniman di Kabupaten Garut telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan secara mandiri, sesuai anjuran pemerintah.
Ke depan, Agus berharap Dewan Kesenian Garut dapat diakui sebagai mitra sejajar oleh perangkat daerah dan unsur terkait lainnya.
“Mudah-mudahan organisasi DKG bisa diakui sebagai mitra sejajar dengan dinas terkait dan unsur lainnya, serta dapat bekerja sama untuk mewujudkan Garut Hebat,” ujarnya.
Agus pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut menjaga, melestarikan, dan mengembangkan seni serta budaya sebagai jati diri bangsa.
