Kamis, 26 Februari 2026 15:14

KORANMANDALA.COM –Sepanjang tahun 2025, Kabupaten dilanda ratusan bencana alam yang berdampak luas terhadap masyarakat dan infrastruktur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan mencatat sedikitnya 324 kejadian bencana terjadi di 137 desa yang tersebar di 31 kecamatan, dengan total kerugian mencapai miliaran rupiah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengatakan sebagian besar bencana yang terjadi merupakan tanah longsor, terutama di wilayah Kuningan Selatan.

“Sepanjang 2025, kejadian tanah longsor tercatat sebanyak 199 kali. Wilayah selatan Kuningan menjadi daerah yang paling rawan,” ujar Indra Bayu Permana saat dikonfirmasi, Jumat (23/1/2026).

PLN Hadirkan Cahaya Harapan Lewat Program Berbagi Cahaya di Bandung Timur

Selain longsor, BPBD juga mencatat 10 kejadian , 67 kejadian cuaca ekstrem, 16 kebakaran rumah, 24 bangunan rumah ambruk, serta lima kejadian orang hanyut atau tenggelam di aliran sungai yang menyebabkan satu orang dinyatakan hilang.

Dampak dari rangkaian bencana tersebut cukup signifikan. Sebanyak enam orang dilaporkan meninggal dunia, tiga orang mengalami luka-luka, 1.698 jiwa terdampak, dan 257 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Kerusakan permukiman juga tercatat cukup luas. Sebanyak 31 rumah mengalami rusak berat, 48 rumah rusak sedang, dan 170 rumah rusak ringan. Selain itu, 56 rumah berada dalam kondisi terancam longsor, sementara 189 rumah lainnya sempat terendam banjir.

Tak hanya permukiman, sejumlah prasarana umum turut terdampak. BPBD mencatat kerusakan pada 25 titik jalan desa, empat jembatan, 10,6 hektare lahan sawah, 25 hektare lahan kebun dan hutan, 15 unit gedung sekolah, dua fasilitas kesehatan, dua sarana ibadah, serta 31 titik sarana irigasi. Selain itu, tebing penahan tanah (TPT) dilaporkan mengalami longsor di 118 titik.

Menghadapi potensi bencana di tahun 2026, terutama akibat cuaca ekstrem, BPBD Kabupaten Kuningan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan waspada terhadap potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, angin kencang, pohon tumbang, sambaran petir, dan kondisi jalan licin, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar rumah,” kata Indra Bayu Permana.

Ia berharap, dengan peningkatan kesiapsiagaan dan mitigasi, jumlah kejadian bencana di Kabupaten Kuningan dapat ditekan pada tahun 2026.

Koranmandala.com

Exit mobile version