KORANMANDALA.COM – Kawasan Gedebage, Bandung Timur, kian terjebak dalam kemacetan lalu lintas kronis, khususnya di perlintasan rel kereta api.
Persoalan ini tak lagi sebatas antrean saat palang pintu ditutup, melainkan telah berkembang menjadi efek domino yang melumpuhkan arus kendaraan hingga perempatan lampu merah di sekitarnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan, kepadatan kendaraan meningkat tajam setiap sore, terutama pada jam pulang kerja dan sekolah.
PLN UP3 Bandung Perkuat Kualitas Layanan Pelanggan Melalui Refreshment Pelatihan Bersama Satpam
Ketika kereta melintas dan palang pintu ditutup, kendaraan menumpuk dalam waktu singkat. Antrean panjang kemudian menutup akses jalan lain di kawasan persimpangan, menyebabkan kemacetan total yang sulit terurai.
Dzaki (18), pelajar SMA yang setiap hari melintasi jalur tersebut, mengaku kondisi ini sangat mengganggu aktivitasnya.
“Macet di Gedebage ini bikin resah. Kalau berangkat sekolah sering telat, pulang sekolah juga sama saja, macet lagi,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Wawan (32), pedagang yang beraktivitas di sekitar perlintasan rel. Ia menyebut kemacetan di kawasan tersebut sudah berlangsung lama tanpa penanganan yang jelas.
“Setiap sore pasti macet begini. Sampai sekarang belum ada solusi nyata dari pemerintah,” kata Wawan.
Ia menilai, kemacetan yang mengular hingga perempatan lampu merah telah mengganggu simpul lalu lintas lain di sekitarnya.
“Macetnya panjang, sampai nutup perempatan lampu merah. Akhirnya jalan lain ikut macet,” tegasnya.
Secara struktural, kemacetan di Gedebage dipicu oleh pesatnya pertumbuhan kawasan Bandung Timur—mulai dari permukiman, pusat pendidikan, hingga aktivitas ekonomi—yang tidak diimbangi dengan peningkatan kapasitas jalan dan rekayasa lalu lintas yang memadai.
Hingga kini, perlintasan rel sebidang masih menjadi titik rawan kemacetan tanpa solusi permanen, seperti flyover atau underpass.
Warga berharap Pemerintah Kota Bandung bersama instansi terkait tidak lagi sebatas mengelola kemacetan secara situasional, melainkan segera merumuskan kebijakan jangka panjang untuk mengurai simpul mati lalu lintas di Gedebage yang terus membebani mobilitas masyarakat. (Muhamad Yura Adani Putra/MG)
