ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Di tengah arus modernisasi dan gempuran musik digital, denting gamelan perlahan kian jarang terdengar. Namun di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Agus Sundandar (39), yang akrab disapa Kang Sude, masih setia menjaga denyut alat musik tradisional Sunda melalui tangannya sendiri.
Sejak 2014, Kang Sude bertahan menggeluti usaha pembuatan gamelan dan berbagai alat musik tradisional lainnya, meski permintaan terus menunjukkan tren penurunan. Di bengkel sederhananya, ia memproduksi gamelan, angklung, kecapi, hingga suling—seluruhnya dikerjakan secara manual dengan ketelitian tinggi.
“Usaha ini saya mulai tahun 2014, dan sampai sekarang masih berjalan,” ujar Kang Sude saat ditemui, Kamis (22/1/2026).
ADVERTISEMENT
Umuh Muchtar Buka Suara soal Kehadiran Layvin Kurzawa di Bandung
Menurutnya, konsumen utama alat musik tradisional masih berasal dari kalangan seniman dan instansi pendidikan. Sementara minat generasi muda dinilai belum sepenuhnya hilang, namun tak lagi sebesar beberapa tahun silam.
“Anak-anak sekarang masih ada yang tertarik, tapi memang tidak sebanyak dulu,” katanya.
Selain memproduksi alat musik standar, Kang Sude juga melayani pesanan khusus sesuai kebutuhan pemesan. Salah satu produk dengan nilai tertinggi adalah gamelan berbahan perunggu, yang membutuhkan biaya produksi besar dan proses pengerjaan yang rumit.
“Kalau gamelan perunggu, harganya bisa setara mobil,” ujarnya.
Di balik nilai seni dan filosofi yang melekat, tantangan ekonomi menjadi persoalan nyata bagi para pengrajin. Kang Sude mengakui, pemasaran yang terbatas serta rendahnya daya beli masyarakat membuat usaha ini sulit berkembang.
“Modalnya besar, tapi keuntungannya kecil,” katanya lirih.
Meski demikian, Kang Sude tetap bertahan. Ia berharap karya para pengrajin alat musik tradisional mendapat perhatian dan penghargaan yang lebih layak, tidak sekadar sebagai komoditas, melainkan sebagai warisan budaya yang harus dijaga bersama.
“Ini bukan cuma barang, tapi bagian dari budaya,” ujarnya.
Muhamad Yura Adani Putra/MG
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






