ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Gelaran Pocari Sweat Run 2026 tak sekadar menjadi ajang olahraga massal, tetapi juga diarahkan sebagai motor penggerak ekonomi daerah melalui sektor sport tourism. Event lari hybrid terbesar di Indonesia ini kembali digelar di dua destinasi utama, Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan Bandung, Jawa Barat.
Pocari Sweat Run yang memasuki edisi ke-13 ini dijadwalkan berlangsung di Lombok pada 11–12 Juli 2026, disusul Bandung pada 19–20 September 2026. Penyelenggara menargetkan dampak ekonomi berlapis, mulai dari peningkatan kunjungan wisatawan, okupansi hotel, transportasi, hingga belanja pelaku UMKM lokal.
Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir menegaskan, event olahraga berskala nasional seperti ini memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi daerah. Dengan tingkat partisipasi olahraga masyarakat yang masih berada di kisaran 15 persen, event lari dinilai mampu menjadi pintu masuk gaya hidup sehat sekaligus penggerak aktivitas ekonomi.
ADVERTISEMENT
Jaga Kualitas, Pabrik Tahu di Bandung Tetap Produksi Secara Manual
“Pemerintah mendorong agenda sport tourism karena dampaknya tidak hanya pada kesehatan masyarakat, tetapi juga perputaran ekonomi lokal. Kegiatan ini menggerakkan pelari dari berbagai daerah, dari Aceh hingga Papua,” ujar Erick.
Secara konsisten, Pocari Sweat Run menunjukkan tren pertumbuhan signifikan. Dari 5.000 peserta pada 2014, jumlah pelari meningkat menjadi 55.435 peserta pada 2025. Lonjakan ini turut memperbesar potensi belanja peserta di sektor akomodasi, kuliner, transportasi, hingga industri kreatif di kota tuan rumah.
Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati, menyebut pemilihan Mandalika sebagai lokasi pembuka rangkaian 2026 juga mempertimbangkan aspek ekonomi dan kenyamanan pelari. “Kami memulai dari Lombok karena faktor cuaca dan potensi destinasi. Bandung kemudian menjadi penutup sebagai bagian dari perayaan Hari Jadi Kota Bandung,” katanya.
Dari sisi pariwisata, Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa menilai kolaborasi swasta dan daerah dalam event olahraga berkontribusi langsung terhadap ekonomi masyarakat. Menurutnya, sport tourism mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara dengan durasi tinggal lebih panjang.
“Event seperti ini menciptakan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat lokal, mulai dari pelaku UMKM, perhotelan, hingga transportasi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Direktur Utama InJourney, Maya Watono. Ia menyebut event olahraga berskala besar di kawasan Mandalika terbukti menciptakan multiplier effect, sekaligus memperkuat positioning destinasi Indonesia di mata global.
“Pocari Sweat Run Lombok memperkuat Mandalika sebagai destinasi sportainment unggulan, sekaligus mendorong pergerakan ekonomi dan belanja lokal,” kata Maya.
Pocari Sweat Run Lombok 2026 akan digelar di Pertamina Mandalika International Circuit dengan pilihan jarak 4,3K, 10K, half marathon, dan marathon. Sementara Bandung akan fokus pada kategori 10K dan half marathon dengan rute yang melintasi kawasan ikonik kota.
Pendaftaran Pocari Sweat Run 2026 dijadwalkan dibuka dalam waktu dekat, masing-masing untuk Lombok pada 26 Januari dan Bandung pada 2 Februari. Penyelenggara optimistis antusiasme peserta akan kembali tinggi, seiring meningkatnya tren olahraga lari dan wisata olahraga di Indonesia.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






