ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Dompet Dhuafa Jawa Barat meluncurkan Program Nusadaya di Desa Cibiru Hilir, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Rabu (21/1/2026). Program ini ditujukan untuk mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ultramikro melalui pendekatan kolaboratif dan pendampingan berkelanjutan.
Program Nusadaya merupakan hasil kolaborasi Dompet Dhuafa bersama ROIS Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jawa Barat, serta Pemerintah Kabupaten Bandung. Pada tahap awal, sebanyak 19 pedagang ditetapkan sebagai penerima manfaat.
Deputi Komisioner OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman, menyebut program ini memberikan kepastian tempat usaha bagi pelaku UMKM ultramikro yang selama ini terkendala akses lokasi dan dukungan ekonomi.
ADVERTISEMENT
“Program ini merupakan bentuk kolaborasi nyata yang langsung dirasakan masyarakat. Para pedagang mendapatkan tempat usaha yang nyaman, kepastian berusaha, serta peluang peningkatan omzet,” ujar Darwisman.
Ia menilai Program Nusadaya mampu menjawab persoalan mendasar yang kerap dihadapi UMKM ultramikro dan berpotensi menjadi model pemberdayaan ekonomi di Jawa Barat.
“Selama ini persoalan utama UMKM adalah tidak adanya kepastian tempat usaha dan akses pendukung. Melalui program ini, persoalan tersebut mulai terjawab,” katanya.
Deputi Direktur II Program Pemberdayaan Dompet Dhuafa, Mustika Sri Handayani, menjelaskan bahwa Nusadaya dirancang dengan sistem pendampingan intensif selama dua tahun untuk menjaga keberlanjutan usaha para penerima manfaat.
“Pendampingan dilakukan mulai dari pembentukan kelompok usaha, pelatihan pengolahan produk dan penyajian, penguatan branding, hingga literasi keuangan agar usaha bisa berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Barat, Yogi Achmad Fajar, mengatakan Nusadaya di Cibiru Hilir menjadi bagian dari portofolio program pemberdayaan ekonomi Dompet Dhuafa pada 2026 dan akan diperluas ke wilayah lain di Jawa Barat.
“Program Nusadaya ini menjadi salah satu portofolio pemberdayaan ekonomi Dompet Dhuafa tahun 2026 dan ke depan akan kami kembangkan di daerah lain,” katanya.
Ia menambahkan, pemilihan lokasi dilakukan melalui survei mendalam dengan mempertimbangkan aspek strategis agar berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi para pedagang.
“Kami tidak membuka pengajuan, tetapi melakukan survei. Lokasi harus strategis agar usaha pedagang benar-benar berjalan dan berkembang,” ujarnya.
Dampak program tersebut dirasakan langsung oleh para penerima manfaat. Asep Hermawan, salah satu pedagang peserta Nusadaya, mengaku usahanya kembali berjalan setelah sempat terhenti.
“Dengan adanya program ini kami jadi punya naungan, tempatnya nyaman, dan pengunjung bertambah. Sebelumnya saya sempat gulung tikar karena sepi,” katanya.
Hal serupa disampaikan Agusman Lubis. Ia mengaku omzet penjualannya meningkat signifikan sejak bergabung dalam Program Nusadaya.
“Adanya bantuan ini membuat penjualan saya meningkat hingga 50 persen dibandingkan sebelumnya,” ujarnya.
Melalui Program Nusadaya, Dompet Dhuafa bersama para mitra berharap penguatan UMKM ultramikro dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Bandung (Muhamad Yura Adani Putra/MG)
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






