KORANMANDALA.COM –Di tengah kehidupan masyarakat yang kian menantang, Warung Iklas (WI) hadir sebagai ruang berbagi yang mengedepankan keikhlasan dan kepedulian sosial. Berlokasi di Jalan A. Yani Gang Candamerta II, Sukaregang, Kabupaten Garut, Warung Iklas membuka akses makanan gratis bagi siapa pun yang membutuhkan, tanpa membedakan latar belakang ekonomi.
Sesuai namanya, Warung Iklas beroperasi dengan prinsip melayani menggunakan keikhlasan, baik dari sisi tenaga, hati, maupun materi. Konsepnya sederhana: menyediakan makanan gratis bagi masyarakat, terutama mereka yang sedang kesulitan.
Warung Iklas berada di bawah naungan Majelis Ridho Allah yang dipimpin Antono Basuki, serta dikelola secara terstruktur agar operasional berjalan tertib dan berkelanjutan.
Ketua Koordinator Warung Iklas, Euis Habibah, mengatakan Warung Iklas mulai beroperasi sejak Desember 2025 dengan niat berbagi kepada sesama.
“Warung Iklas ini mulai operasional bulan Desember 2025. Saya bermodal yakin dan bismillah membuka Warung Iklas, karena niat saya ingin berbagi dan membantu siapa pun tanpa melihat derajat,” ujar Euis, Rabu (20/1/2026).
Ia menjelaskan, konsep utama Warung Iklas adalah menyediakan makanan gratis. Siapa pun yang merasa membutuhkan dipersilakan datang dan menikmati hidangan yang tersedia.
“Warung Iklas ini dibangun dengan konsep berbagi. Kami menyediakan makan gratis, siapa pun yang punya perut silakan mampir dan makan di sini,” katanya.
Euis juga mengungkapkan, pada awal operasional Warung Iklas sempat berlokasi di Jalan Otista, Tarogong, Garut. Namun demi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, lokasi dipindahkan ke Gang Candamerta II.
“Tadinya di jalan umum, khawatir mengganggu pengguna jalan dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, akhirnya kami pindahkan ke lokasi sekarang,” jelasnya.
Terkait pembiayaan, Euis menegaskan bahwa seluruh operasional Warung Iklas berasal dari donatur. Namun, pengelola dilarang meminta sumbangan secara langsung.
“Kami tidak diperbolehkan meminta sumbangan, baik secara pribadi maupun ke grup. Kami hanya memberitahu bahwa ada Warung Iklas. Jika ada yang ingin menyumbang, silakan dengan keikhlasan,” tegas Euis.
Sekretaris Warung Iklas, Iis Rismawati, menambahkan bahwa Warung Iklas merupakan implementasi dari Sekolah Kehidupan (SKH) yang berlandaskan Tujuh Ilmu Penjernih Hati (IPH).
“Ini bukan hanya soal ilmu, tapi bagaimana ilmu itu dipraktikkan. Warung Iklas adalah bentuk nyata pelayanan berbagi. Alhamdulillah, sudah berjalan dua bulan. Awalnya hanya 100 porsi per hari, sekarang bisa mencapai 250 porsi,” ujar Iis.
Ia menyebut, makanan dimasak secara gotong royong oleh para relawan di rumah masing-masing, lalu disajikan di Warung Iklas. Jam operasional dimulai pukul 11.00 WIB hingga makanan habis.
Bendahara Warung Iklas, Dewi, menambahkan bahwa makanan yang disajikan tetap memperhatikan aspek gizi.
“Insya Allah makanan yang kami sediakan memenuhi gizi empat sehat lima sempurna, supaya yang menerima manfaat juga tetap sehat,” katanya.
Salah seorang penerima manfaat, Ayi, pengemudi ojek online, mengaku sangat terbantu dengan keberadaan Warung Iklas.
“Buat saya sangat membantu. Sebagai ojol, uang Rp10 ribu itu berarti sekali. Bisa dialihkan untuk kebutuhan lain,” ungkapnya.
Keberadaan Warung Iklas menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih tumbuh di tengah masyarakat Garut, sekaligus menjadi ruang berbagi yang lahir dari keikhlasan.
