KORANMANDALA.COM –Pemerintah Kota Bandung menggandeng lima perguruan tinggi untuk mengkaji dan mengembangkan teknologi pengolahan sampah yang dinilai lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut evaluasi pengelolaan sampah berbasis teknologi termal yang selama ini diterapkan di Kota Bandung.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto, mengatakan Wali Kota Bandung telah mengirimkan surat resmi kepada sejumlah perguruan tinggi di Bandung untuk menjalin kerja sama penelitian dan pengembangan teknologi penanganan sampah.
Dari Laga Paling Gila hingga Misi Juara, Cerita Dewangga Bersama Persib
“Ada sekitar lima perguruan tinggi di Kota Bandung yang sudah disurati oleh Pak Wali Kota untuk membantu kami melakukan kajian dan pengembangan teknologi penanganan sampah yang paling ramah lingkungan,” ujar Darto di Balai Kota Bandung.
Menurut Darto, surat tersebut baru beredar sehingga pihak DLH belum menerima informasi lanjutan secara detail terkait respons dari masing-masing perguruan tinggi.
“Suratnya baru kemarin beredar dan itu sudah sore, jadi saya belum mendapatkan informasi lebih jauh,” katanya.
Darto menjelaskan, kelima perguruan tinggi yang dilibatkan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan kajian Pemerintah Kota Bandung. Institut Teknologi Bandung (ITB) akan difokuskan pada kajian teknologi serta dampak lingkungan, sementara Universitas Padjadjaran (Unpad) diarahkan untuk menganalisis aspek ekonomi, termasuk perhitungan investasi dan skema pengelolaan Refuse Derived Fuel (RDF).
“Selain ITB dan Unpad, ada juga Itenas yang akan mengkaji teknologi alternatif. Lalu Unisba, dan satu perguruan tinggi lagi yang saat ini masih kami pastikan,” ujarnya.
Ia menegaskan, hasil kajian dari masing-masing perguruan tinggi tersebut nantinya akan menjadi dasar rekomendasi bagi Pemkot Bandung dalam menentukan teknologi pengolahan sampah yang paling aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan untuk jangka panjang.
Terkait jadwal pelaksanaan kajian, Darto menyebutkan belum ada timeline yang ditetapkan. Pemerintah Kota Bandung masih menunggu respons resmi dari kelima perguruan tinggi tersebut.
“Kami belum membuat timeline yang jelas. Kita tunggu dulu respons dari lima perguruan tinggi itu. Setelah ada kepastian, baru kita bisa menentukan langkah berikutnya dan memperkirakan waktu penanganan persoalan sampah ini,” pungkas Darto.
