ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Rencana pembangunan jalur Bus Rapid Transit (BRT) di kawasan Cicadas, Kota Bandung, memicu keresahan di kalangan pedagang kaki lima (PKL). Para pedagang mengaku khawatir dengan nasib mereka, terutama karena belum ada kepastian informasi resmi dari pihak pemerintah kota.
Hendrik (60), salah satu pedagang jasa jahit di area tersebut, mengaku bingung dengan informasi simpang siur yang beredar di lapangan.
“Kami ini merasa digantung, belum tentu benar atau tidaknya berita itu.” ujarnya Senin (19/1/2026).
ADVERTISEMENT
Proliga 2026 Seri III Resmi Digelar di Bandung Mulai 22 Januari
Menurut informasi yang diterima pedagang, proyek nasional ini akan membongkar seluruh area untuk pembangunan halte atau jalur cepat seperti busway di Jakarta. Namun, keputusan resmi dari Wali Kota atau pemerintah terkait belum diterima PKL.
“Dari Wali Kota belum ada informasi apa-apa. Beritanya hangat dari PKL-nya saja,” tambahnya.
Hendrik khawatir usahanya makin sepi jika kebijakan ini direalisasikan. Sebelumnya, pandemi dan perubahan tata letak pasar sudah menurunkan pendapatannya drastis.
“Dampaknya jelas banget. Dagang di sini tambah sepi. Kadang sehari tidak dapat uang sama sekali,” ujarnya.
Para pedagang berharap pemerintah berlaku adil. Mereka memohon solusi terbaik, seperti relokasi atau ganti rugi yang layak.
“Kami mohon direlokasi atau ganti rugi seikhlasnya. Untuk bisa kami berusaha di tempat lain,” pungkas Hendrik. (Muhamad Yura Adani Putra/MG)
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






