Daerah

Pesona Radio Malabar, Reruntuhan Bersejarah di Tengah Keindahan Gunung Puntang

KORANMANDALA.COM –Radio Malabar, situs bersejarah yang terletak di Jalan Gunung Puntang, Desa Pasirmulya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menyuguhkan perpaduan unik antara jejak sejarah teknologi komunikasi dan keindahan alam pegunungan.

Pada masanya, Radio Malabar merupakan salah satu stasiun pemancar radio terbesar dan terkuat di dunia. Fasilitas ini dibangun pada era kolonial Belanda dan berfungsi menghubungkan Hindia Belanda dengan Negeri Belanda melalui gelombang radio jarak jauh. Kini, meski hanya menyisakan reruntuhan bangunan, kawasan tersebut tetap menjadi daya tarik wisata sejarah yang diminati.

Dikelilingi hutan pinus, pepohonan hijau, serta udara pegunungan yang sejuk, kawasan Radio Malabar menawarkan suasana tenang dan alami. Tak heran jika lokasi ini kerap dikunjungi pelajar, keluarga, komunitas wisata, hingga pencinta sejarah yang ingin merasakan pengalaman wisata edukatif di alam terbuka.

Lengkong Kecil, Magnet Street Food Legendaris di Jantung Kota Bandung

Pengunjung dapat menyusuri area reruntuhan stasiun radio sambil menikmati panorama Gunung Puntang. Pada pagi hari, kawasan ini sering diselimuti kabut tipis, sementara sore hari menghadirkan cahaya matahari yang menyoroti sisa bangunan tua, menciptakan suasana dramatis sekaligus menenangkan. Suara burung dan desau angin menambah kesan relaksasi bagi pengunjung.

Waktu kunjungan yang direkomendasikan adalah pagi dan sore hari. Pagi hari menawarkan kesejukan udara dan kabut alami, sedangkan sore hari menghadirkan pemandangan yang lebih hangat dengan cahaya matahari menjelang senja.

Untuk memasuki kawasan wisata Gunung Puntang, pengunjung dikenakan tiket masuk mulai dari Rp25.000 bagi wisatawan domestik dan Rp55.000 untuk wisatawan mancanegara.

Selain nilai sejarahnya yang tinggi, keindahan alam Gunung Puntang menjadikan kawasan Radio Malabar sebagai destinasi wisata yang lengkap. Pengunjung dapat belajar sejarah sambil menikmati udara segar dan ketenangan khas pegunungan.

Wisatawan juga dapat berjalan kaki menyusuri jalur di sekitar reruntuhan atau sekadar duduk menikmati suasana alam. Informasi mengenai sejarah Radio Malabar tersedia melalui papan keterangan di lokasi, sehingga pengunjung tetap dapat memahami peran penting situs ini dalam sejarah komunikasi dunia. (Rifki Rafsanjani/MG)

Share