KORANMANDALA.COM –Insiden kekerasan yang menewaskan seorang pria lanjut usia di sebuah minimarket di Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Kepolisian memastikan pelaku penganiayaan telah diamankan setelah identitasnya terungkap melalui rekaman kamera pengawas (CCTV) yang viral di media sosial.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menilai lemahnya pengawasan lingkungan menjadi salah satu faktor utama terjadinya peristiwa tragis tersebut.
Penataan PKL Jadi Kunci, Pakar ITB: BRT Bandung Tak Akan Berjalan Tanpa Jalur Steril
Ia menegaskan bahwa kasus itu bermula dari persoalan sepele yang seharusnya dapat dicegah jika fungsi pengawasan tingkat kewilayahan berjalan optimal.
“Ini penting karena wali kota sedang menggerakkan ronda. Kasus kemarin menurut saya berawal dari hal sepele. Ada pendatang yang masuk, sementara peran RT dan RW kemungkinan kurang aktif atau tidak melaporkan,” ujar Dedi Mulyadi dalam unggahan media sosialnya, Kamis (15/1).
Menurut KDM, sistem keamanan berbasis lingkungan, termasuk pelaporan pendatang dan aktivitas ronda malam, seharusnya menjadi benteng awal pencegahan tindak kekerasan di kawasan permukiman.
Menanggapi pernyataan tersebut, Wali Kota Bandung Farhan membenarkan bahwa lokasi kejadian merupakan wilayah perbatasan yang selama ini memiliki tingkat pengawasan relatif lemah. Ia mengakui kondisi tersebut menjadi celah terjadinya gangguan keamanan.
“Betul, Pak. Wilayah itu memang daerah perbatasan, sehingga pengawasan kami masih belum optimal. Namun, kejadian ini menjadi pembelajaran penting bagi kami untuk memperkuat sistem pengawasan lingkungan,” kata Farhan.
Farhan menambahkan, Pemerintah Kota Bandung akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan lingkungan, termasuk peran RT, RW, dan aparat kewilayahan, guna mencegah kejadian serupa terulang.
Kasus penganiayaan yang berujung pada kematian tersebut kini sepenuhnya ditangani kepolisian. Sementara itu, peristiwa ini kembali membuka sorotan publik terhadap efektivitas pengawasan lingkungan dan koordinasi antarwarga di kawasan perkotaan yang padat dan dinamis.
