KORANMANDALA.COM –Teror anjing liar diduga ajag meresahkan peternak kambing di Kecamatan Cilebak, Kabupaten Kuningan. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, puluhan ekor kambing milik warga dilaporkan mati akibat serangan hewan tersebut.
Kepala Desa Bungurberes, Kecamatan Cilebak, membenarkan adanya serangan anjing liar yang berulang kali memangsa ternak warga, terutama pada dini hari. Ia menyebut, kasus ini bukan kejadian baru, melainkan sudah sering terjadi.
“Serangan biasanya terjadi menjelang subuh. Kambing-kambing ditemukan mati dengan luka gigitan di bagian leher,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (13/1/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun pemerintah desa, di Desa Bungurberes tercatat sebanyak 43 ekor domba menjadi korban. Sementara di Desa Cilebak, sebanyak 12 ekor domba ditemukan mati, sebagian di antaranya mengalami luka parah.
Serangan terbaru terjadi di Dusun Bangbayang, Desa Bungurberes, pada Selasa dini hari. Dalam satu malam, sebanyak 16 ekor domba diserang. Delapan ekor ditemukan mati, sedangkan delapan lainnya selamat namun mengalami luka akibat gigitan anjing liar.
Kasus serupa sebelumnya juga terjadi di Desa Tundagan, Kecamatan Hantara. Namun, berbeda dengan Cilebak, kematian puluhan kambing di wilayah tersebut diduga akibat serangan hewan buas macan tutul.
“Kalau di Tundagan, bukan anjing liar. Kami menduga kuat serangannya dilakukan oleh macan tutul,” kata Abah Andi Gumilang saat dikonfirmasi, Selasa (13/1/2026).
Teror hewan liar ini membuat peternak semakin cemas. Pasalnya, kambing merupakan aset ekonomi penting bagi warga sebagai sumber penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Warga Desa Bungurberes dan Desa Cilebak pun meminta Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Peternakan untuk segera turun tangan. Mereka berharap ada langkah konkret untuk mengantisipasi serangan anjing liar agar tidak semakin meluas.
“Kami mohon perhatian serius dari Pak Bupati Kuningan. Kerugian kami sudah besar dan jangan sampai korban terus bertambah,” harap seorang warga.
