ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Pemerintah Kota Bandung bersiap merombak total pengelolaan terminal tipe C yang selama ini dinilai tidak berfungsi optimal. Dari sekitar 14 terminal tipe C yang dikelola Pemkot Bandung, mayoritas kondisinya dinilai stagnan dan kehilangan peran sebagai simpul transportasi.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut Terminal Ujungberung sebagai salah satu contoh nyata terminal yang mengalami degradasi fungsi.
“Terminal tipe C yang dikelola Pemkot itu ada sekitar 14. Rata-rata kondisinya seperti sekarang, termasuk Ujungberung,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (12/1/2026).
ADVERTISEMENT
Sebagai langkah strategis, Pemkot Bandung akan mengubah peran angkutan kota (angkot) dari moda utama menjadi feeder atau pengumpan. Skema ini akan terintegrasi dengan moda transportasi lain dan diterapkan secara menyeluruh di Kota Bandung.
“Kita akan mengubah konsep angkot menjadi feeder. Ini sudah diterapkan di wilayah subprovinsi dan akan kita adopsi di seluruh Bandung,” ujarnya.
Perubahan sistem angkot tersebut berdampak langsung pada keberadaan terminal tipe C. Farhan mengakui, banyak terminal kini hanya menjadi lintasan angkot tanpa fungsi naik-turun penumpang yang jelas.
“Sekarang terminal itu kebanyakan hanya dilewati. Kalau memang fungsinya sudah tidak ada, akan kita alihkan,” tegasnya.
Salah satu opsi pengalihan fungsi terminal adalah pemanfaatan untuk fasilitas pengolahan sampah, seperti yang telah dilakukan di kawasan Ciwastra. Model serupa tengah dikaji untuk sejumlah terminal lain.
“Seperti di Ciwastra, ada terminal yang dialihkan menjadi tempat pengolahan sampah,” kata Farhan.
Di Terminal Ujungberung, perubahan fungsi bahkan telah terjadi secara alami. Area terminal kini dipenuhi kios pasar dan ojek pangkalan, menandakan peran terminal sebagai simpul transportasi telah lama ditinggalkan.
“Di Ujungberung sekarang sudah jadi kios pasar dan ojek pangkalan. Itu menunjukkan revitalisasi angkot dan terminal memang tidak bisa ditunda,” ujarnya.
Farhan menegaskan, reposisi angkot sebagai feeder merupakan kunci penataan transportasi Kota Bandung agar lebih efisien, terintegrasi, dan tidak lagi bertumpu pada sistem lama yang tidak berjalan.
“Intinya, angkot harus menjadi feeder. Itu yang paling penting,” tandasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






