ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Sebuah aksi kekerasan yang terjadi di awal tahun 2026 nyaris berbuntut panjang. Dugaan penganiayaan terhadap seorang pengendara Vespa di kawasan Bojongloa Kaler memicu reaksi solidaritas dari komunitas motor tersebut, sebelum akhirnya polisi turun tangan untuk mencegah konflik meluas.
Peristiwa bermula pada Kamis dini hari, 1 Januari 2026. Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, terlihat seorang pria bersama istrinya tengah berhenti menggunakan sepeda motor Vespa putih. Tanpa diduga, korban diserang oleh pelaku menggunakan senjata tajam, membuat situasi mencekam di lokasi kejadian.
Insiden itu memantik kemarahan rekan-rekan korban. Pada Jumat malam, 9 Januari 2026, puluhan anggota komunitas Vespa berkumpul di kawasan Jalan Pasirkoja. Tujuan mereka satu: mencari sosok yang diduga bertanggung jawab atas aksi brutal terhadap sesama pecinta Vespa.
ADVERTISEMENT
Satu Pasien Terduga Super Flu Meninggal Dunia di RSHS Bandung
Kondisi tersebut segera terendus aparat kepolisian. Polsek Bojongloa Kaler bersama Tim Prabu 2 Polrestabes Bandung bergerak cepat mendatangi lokasi berkumpulnya komunitas motor guna meredam potensi aksi main hakim sendiri.
“Dari hasil klarifikasi di lapangan, kelompok tersebut diketahui sedang melakukan pencarian terhadap seseorang yang diduga terlibat dalam tindak pidana penganiayaan terhadap rekan mereka,” ujar Kabag Ops Polrestabes Bandung, AKBP Asep Saepudin, Sabtu, 10 Januari 2026.
Berbekal keterangan saksi dan penelusuran lanjutan, polisi akhirnya mengantongi informasi keberadaan terduga pelaku. Seorang pria berinisial AJ (23) ditemukan berada di kamar kostnya di wilayah Bojongloa Kaler, bersama kekasihnya.
“Setelah dilakukan pengecekan, terduga pelaku benar berada di lokasi tersebut,” kata Asep.
AJ kemudian diamankan dan dibawa ke Mapolsek Bojongloa Kaler untuk menjalani pemeriksaan intensif. Dari tangan terduga pelaku, polisi menyita sejumlah barang berbahaya, di antaranya sebilah golok, sebilah parang, serta satu kunci yang telah dimodifikasi dan diduga biasa digunakan untuk membobol kendaraan bermotor.
Hasil pemeriksaan sementara mengungkap bahwa aksi penganiayaan itu tidak dilakukan seorang diri. Polisi menduga terdapat dua pelaku lain yang terlibat dan kini masih dalam pengejaran.
“Peristiwa ini melibatkan tiga orang. Satu sudah kami amankan, dua lainnya masih kami buru,” tegas Asep.
Polisi menegaskan penanganan cepat dilakukan bukan hanya untuk mengungkap kasus penganiayaan, tetapi juga untuk menjaga situasi keamanan agar tidak berkembang menjadi konflik antar kelompok di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






