ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) mengambil alih penuh pengamanan pertandingan sarat rivalitas antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta pada pekan ke-17 BRI Super League 2025–2026. Salah satu fokus utama pengamanan adalah pengawasan ketat ruang digital dan media sosial untuk mengantisipasi provokasi serta ajakan bernada hasutan.
Laga klasik Persib kontra Persija dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Minggu, 11 Januari 2026, dengan kick off pukul 15.30 WIB.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan, pengambilalihan pengamanan oleh Polda Jabar dilakukan demi memudahkan koordinasi lintas wilayah, termasuk dengan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya, mengingat tingginya potensi kerawanan pada laga bertajuk big match tersebut.
ADVERTISEMENT
RSHS Bandung Tangani 10 Pasien Influenza H3N2, Rumah Sakit Tekankan Kewaspadaan Tanpa Kepanikan
“Pengamanan kali ini kami ambil agar koordinasi dengan Mabes Polri maupun Polda Metro Jaya bisa berjalan lebih efektif,” ujar Rudi saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengamanan pertandingan Persib vs Persija di Aula Mapolrestabes Bandung, Kamis, 8 Januari 2026.
Menurut Rudi, salah satu tantangan terbesar pengamanan laga Persib kontra Persija saat ini bukan hanya di lapangan, tetapi juga di ruang siber. Karena itu, Polda Jabar akan mengintensifkan pemantauan media sosial yang kerap menjadi medium penyebaran provokasi oleh oknum tidak bertanggung jawab.
“Semua ruang akan kami monitoring, termasuk ruang digital atau siber. Biasanya ada unggahan bernada hasutan atau ajakan untuk memperkeruh suasana, dan itu harus kita antisipasi sejak dini,” tegasnya.
Selain pengawasan media sosial, Polda Jabar juga menyiapkan pengamanan berlapis di sejumlah pintu masuk ke Kota Bandung guna mencegah kehadiran suporter tim tamu, The Jakmania. Langkah ini dilakukan untuk menegakkan regulasi PSSI yang melarang suporter tim lawan hadir di stadion.
“Pintu-pintu masuk ke Bandung, baik melalui kereta api maupun jalur darat, akan kami monitor dan jaga ketat. Ini untuk mengantisipasi agar tidak ada suporter tim tamu yang memaksa hadir, karena secara aturan memang tidak diperbolehkan,” kata Rudi.
Sebelumnya, Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhi Pratama, menegaskan bahwa pertandingan penutup putaran pertama BRI Super League 2025–2026 tersebut digelar tanpa kehadiran suporter tim tamu. Ketentuan itu mengacu pada Regulasi Liga 1 2025–2026 Pasal 5 tentang Keamanan dan Kenyamanan Ayat 7, serta Pasal 141 Kode Disiplin PSSI Tahun 2023.
“Regulasi ini secara tegas melarang suporter tim tamu hadir di stadion demi menjaga keamanan, ketertiban, dan kualitas penyelenggaraan pertandingan,” ujar Adhi.
Adhi menambahkan, Komite Disiplin PSSI saat ini aktif menindak setiap pelanggaran regulasi. Sanksi yang dijatuhkan tidak hanya berdampak pada individu pelanggar, tetapi juga berpotensi merugikan klub secara keseluruhan.
“Demi kebaikan bersama, keamanan pertandingan, dan kemajuan klub kebanggaan masing-masing, mari kita patuhi dan tegakkan aturan yang telah disepakati. Sepak bola Indonesia akan tumbuh lebih sehat jika kita semua berperan,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






