ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung memastikan tetap dalam kondisi siaga menghadapi temuan 10 pasien dengan gejala Influenza A H3N2 subclade K yang belakangan dikenal publik sebagai “super flu”.
Pihak rumah sakit menegaskan, meski terdapat satu pasien meninggal dunia, kondisi tersebut belum dapat disimpulkan sebagai kematian akibat virus semata.
Dari evaluasi medis yang dilakukan, pasien yang ditangani berasal dari rentang usia yang beragam, mulai dari bayi berusia 9 bulan dan 1 tahun, anak usia 11 tahun, hingga kelompok usia produktif 20–60 tahun. Sebagian besar pasien menjalani perawatan dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
ADVERTISEMENT
Gubernur Jabar Tegaskan Pemda Tak Lagi Biayai Operasional Masjid Raya Bandung, Ini Alasannya
Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-emerging (Pinere) RSHS Bandung, dr. Yovita Hartantri, menjelaskan bahwa dari seluruh kasus tersebut hanya dua pasien yang masuk kategori berat. Satu pasien dirawat di ruang perawatan bertekanan tinggi (high care) dan satu lainnya dirawat di ruang intensif.
“Pasien yang dirawat di ruang intensif kemudian dinyatakan meninggal dunia. Namun, pasien tersebut memiliki komorbid yang sangat berat,” ujar dr. Yovita, Kamis (8/1/2025).
Ia menegaskan, pasien tersebut memiliki riwayat penyakit serius, seperti stroke, gagal jantung, infeksi berat, hingga gagal ginjal. Dengan kondisi tersebut, tim medis tidak dapat memastikan bahwa kematian disebabkan langsung oleh virus Influenza A H3N2.
“Apakah kematiannya langsung akibat virus, kami tidak bisa menyimpulkan demikian karena pasien memiliki banyak penyakit penyerta,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Medik dan Keperawatan RSHS Bandung, dr. Iwan Abdul Rachman, meminta masyarakat untuk tidak terjebak pada istilah “super flu” yang berpotensi menimbulkan kepanikan. Menurutnya, secara klinis, Influenza A H3N2 masih berada dalam spektrum influenza, meski pada sebagian kasus dapat menimbulkan gejala lebih berat dan penyebaran yang lebih cepat.
“Secara umum, ini tidak jauh berbeda dengan influenza musiman. Namun memang ada kondisi tertentu yang membuat gejalanya menjadi lebih berat,” kata dr. Iwan.
Ia memastikan, RSHS Bandung telah menyiapkan sistem pelayanan untuk menangani pasien dengan gejala influenza berat, sekaligus mengimbau masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala flu yang tidak biasa.
“Kalau gejala dirasakan semakin berat, jangan menunda. Silakan datang ke fasilitas kesehatan, termasuk ke RSHS. Kami siap memberikan pelayanan,” ujarnya.
Pihak rumah sakit menegaskan, kewaspadaan menjadi kunci utama, terutama bagi kelompok rentan seperti bayi, lansia, dan pasien dengan penyakit penyerta. Namun di saat yang sama, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh istilah yang berpotensi menyesatkan persepsi publik.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






