ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengimbau masyarakat untuk menggelar nonton bareng (nobar) pertandingan BRI Super League antara Persib vs Persija Jakarta yang akan digelar pada Minggu (11/1/2026) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Imbauan tersebut disampaikan Erwan usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengamanan pertandingan Persib vs Persija di Aula Mapolrestabes Bandung, Kamis (8/1/2026). Ia menyebut telah meminta para kepala daerah di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat untuk memfasilitasi kegiatan nobar di wilayah masing-masing.
“Saya mengimbau masyarakat dan para kepala daerah di Jawa Barat untuk melaksanakan nobar di daerahnya masing-masing, baik di aula kantor pemerintahan maupun gelanggang olahraga. Persib ini bukan hanya milik Kota Bandung, tapi milik Jawa Barat,” ujar Erwan.
ADVERTISEMENT
Persija Jakarta Siap Beri Kejutan di Bandung dengan Modal Hasil Positif
Menurut Erwan, laga bertajuk el clasico Indonesia tersebut selalu menyedot antusiasme tinggi dari para pendukung kedua tim. Hingga H-3 pertandingan, tiket laga Persib vs Persija dilaporkan telah habis terjual.
Atas kondisi tersebut, Erwan meminta bobotoh yang tidak memiliki tiket agar tidak memaksakan diri datang ke stadion. Ia menegaskan aparat keamanan akan melakukan penyekatan di sejumlah titik menuju Stadion GBLA.
“Saya harap bobotoh bisa memahami dan mematuhi aturan demi kelancaran serta keamanan bersama,” katanya.
Sementara itu, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menyatakan pengamanan laga Persib vs Persija akan diambil alih oleh Polda Jabar guna mempermudah koordinasi lintas wilayah.
“Pengamanan kali ini kami ambil alih agar koordinasi dengan Mabes Polri maupun Polda Metro Jaya bisa berjalan lebih optimal,” ujar Rudi.
Selain pengamanan fisik, Polda Jabar juga akan memantau aktivitas di ruang digital untuk mengantisipasi potensi provokasi atau hasutan yang beredar di media sosial.
“Semua ruang akan kami monitoring, termasuk ruang siber, karena biasanya terdapat ajakan atau hasutan dari oknum tertentu yang berpotensi memperkeruh suasana,” katanya.
Rudi menambahkan, penjagaan ketat juga akan dilakukan di pintu-pintu masuk Kota Bandung, baik melalui jalur kereta api maupun jalur darat lainnya, guna mencegah kehadiran suporter tim tamu.
“Pintu-pintu masuk ke Kota Bandung akan kami lakukan penjagaan dan monitoring. Hal ini untuk mengantisipasi agar tidak ada suporter tim tamu yang memaksa hadir, karena sesuai aturan PSSI, dalam pertandingan ini suporter tim lawan tidak diperbolehkan hadir,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






