ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas dibukanya Taman Hutan Kota Babakan Siliwangi (Baksil) dan Alun-alun Kota Bandung yang dinilai belum sepenuhnya siap digunakan.
Farhan mengakui, promosi kedua ruang terbuka publik tersebut tidak sebanding dengan kondisi kesiapan fasilitas di lapangan. Akibatnya, terjadi lonjakan jumlah pengunjung ketika sarana dan prasarana pendukung masih terbatas.
“Untuk Baksil dan Alun-alun, saya menyampaikan permohonan maaf. Promosinya memang jauh lebih menarik dibanding kondisi sebenarnya,” ujar Farhan saat ditemui di kawasan Hutanika, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu (7/1/2026).
ADVERTISEMENT
Kejari Bandung Tegaskan Gugatan Praperadilan Erwin Tak Berdasar, Tiga Poin Disoroti
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Bandung telah melakukan evaluasi terhadap Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) sebagai instansi yang bertanggung jawab atas pengelolaan kedua fasilitas tersebut. Menurutnya, fasilitas publik seharusnya dibuka ketika kapasitas dan kelengkapan sarana benar-benar siap melayani masyarakat.
Farhan menilai, idealnya daya tampung fasilitas publik harus berada di atas estimasi jumlah pengunjung. Namun pada kenyataannya, kapasitas Baksil dan Alun-alun baru mencapai sekitar dua pertiga dari standar yang seharusnya, sementara jumlah pengunjung sudah membludak.
“Kalau perkiraan pengunjung 10 ribu orang, maka fasilitasnya harus siap menampung lebih dari itu. Yang terjadi justru kapasitasnya belum mencukupi, sehingga muncul risiko kejadian yang seharusnya bisa dihindari,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Bandung memutuskan untuk menutup sementara Baksil dan Alun-alun dalam beberapa pekan ke depan. Penutupan dilakukan untuk memberikan ruang perbaikan menggunakan anggaran APBD serta menyesuaikan dengan ketentuan kontrak proyek yang masih berada dalam masa pemeliharaan.
“Kami akan meninjau kembali klausul kontraknya karena masih dalam tahap pemeliharaan dan belum dilakukan serah terima. Selama memungkinkan, perbaikan akan kami lakukan,” kata Farhan.
Ia menegaskan, keputusan penutupan sementara ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah kepada masyarakat sekaligus upaya mencegah potensi risiko di ruang publik.
“Ini bukan sekadar imbauan, melainkan permohonan maaf. Untuk sementara, Baksil dan Alun-alun kami tutup agar dapat diperbaiki dengan lebih baik,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






