ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Sebuah aksi spontan dilakukan oleh seorang pengemudi ojek online (ojol) bersama tukang parkir di kawasan depan Mal ITC Kota Bandung. Tanpa menunggu perbaikan resmi dari pemerintah, mereka bergotong royong menambal jalan berlubang yang dinilai membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.
Aksi tersebut terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial setelah diunggah akun @infotibandung. Dalam video terlihat seorang ojol dengan akun @hasanfiidel_ bersama juru parkir setempat menutup lubang jalan menggunakan aspal yang dimasukkan ke dalam karung.
Proses penambalan dilakukan secara manual dengan peralatan sederhana dan memakan waktu sekitar satu jam hingga jalan kembali padat dan rata.
ADVERTISEMENT
Head to Head Persik Kediri vs Persib Bandung : Maung Bandung Mendominasi ?
Salah seorang tukang parkir yang turut membantu di lokasi, Asep (48), membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, inisiatif penambalan jalan sepenuhnya datang dari pengemudi ojol yang kerap melintas di kawasan tersebut.
“Iya langsung ditambal, dibereskan, didipadatin. Pengerjaannya Kurang lebih satu jam,” kata Asep saat ditemui di lokasi, Senin (5/1).
Menurut Asep, seluruh bahan penambalan disiapkan oleh ojol tersebut. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti asal aspal yang digunakan, namun memastikan bukan berasal dari pihak pemerintah.
“Barang-barangnya dari ojol. Katanya dia yang beli sendiri,” ujarnya.

Asep menjelaskan, lubang jalan tersebut sudah dibiarkan selama lebih dari satu bulan tanpa perbaikan dan memiliki kedalaman yang cukup berbahaya. Kondisi itu kerap memicu keluhan dari warga dan pengendara, bahkan disebut pernah menyebabkan kecelakaan.
“Lubangnya sudah lama, dalam sekali. Kasihan pengendara motor, takut celaka. Banyak yang ngeluh, apalagi kalau sudah ada yang jatuh,” ucapnya.
Dalam aksi tersebut, tukang parkir di sekitar lokasi turut berperan mengamankan arus lalu lintas agar proses penambalan berjalan lancar. Meski tidak secara resmi diajak, Asep dan rekan-rekannya tergerak membantu demi keselamatan bersama.
“Enggak ngajak sih, tapi kami ngamanin jalan. Mobil sama motor biar aman, yang kerja juga nyaman,” tambahnya.
Asep berharap, ke depan pemerintah dapat lebih cepat merespons kerusakan jalan agar tidak membahayakan masyarakat.
“Harapan saya, kalau ada jalan rusak cepat diperbaiki. Biar pengendara nyaman dan enggak ada kecelakaan, ya meminimalisir saja” tuturnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






