ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Barat mengungkapkan temuan 10 pasien positif terinfeksi virus influenza H3N2 subclade K, yang kerap disebut masyarakat sebagai “super flu”. Temuan tersebut diperoleh berdasarkan pemeriksaan whole genome sequencing yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI, bukan hasil surveilans internal IDI.
Ketua IDI Jawa Barat, dr. Moh. Lutfhi, menjelaskan data tersebut berasal dari pemeriksaan lanjutan terhadap sejumlah sampel pasien di wilayah Jawa Barat.
“Data yang saya dapatkan, di Jawa Barat ada 10 pasien yang diperiksa dan dinyatakan positif berdasarkan whole genome sequencing,” kata dr. Lutfhi.
ADVERTISEMENT
Meski demikian, dr. Lutfhi mengaku belum mengetahui secara rinci sebaran wilayah dari 10 kasus tersebut. Ia menegaskan kewenangan surveilans epidemiologi berada di tangan Dinas Kesehatan dan Kementerian Kesehatan.
“Kami belum memiliki data detail wilayahnya, karena survei epidemiologi biasanya dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Kesehatan,” ucapnya.
Lebih lanjut, dr. Lutfhi meluruskan istilah “super flu” yang ramai beredar di masyarakat. Menurutnya, istilah tersebut tidak dikenal dalam dunia medis. Penyakit yang dimaksud masuk dalam kategori Influenza Like Illness (ILI), yaitu kumpulan penyakit dengan gejala mirip flu.
“ILI ini bisa disebabkan oleh berbagai virus, bukan hanya virus influenza. Bisa juga oleh rinovirus, parainfluenza, atau virus lainnya,” jelasnya.
Untuk virus influenza sendiri, terdapat dua kelompok besar yang umum dikenal, yakni H1N1 dan H3N2. Di Indonesia, tipe H3N2 justru menjadi penyebab influenza yang paling sering ditemukan.
“H3N2 ini sebenarnya sudah umum sebagai penyebab flu. Subclade K ini adalah hasil mutasi dari H3N2, tapi perubahannya tidak ekstrem dan masih mirip dengan virus influenza lainnya,” katanya.
IDI Jawa Barat pun mengimbau masyarakat agar tidak panik berlebihan menyikapi temuan ini. Dari sisi tingkat bahaya, influenza H3N2 subclade K dinilai tidak jauh berbeda dengan flu biasa, meskipun memiliki tingkat penularan yang relatif lebih cepat.
“Ini pada dasarnya virus flu biasa. Tidak perlu dikhawatirkan seperti Covid-19 karena jenisnya sangat berbeda. Tingkat bahayanya hampir sama dengan virus influenza lain, hanya memang penularannya lebih cepat,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






