Kamis, 26 Februari 2026 18:00

KORANMANDALA.COMKondisi forest walk di Taman Hutan Kota Babakan Siliwangi (), Kota , menjadi sorotan publik. Selain mengalami kerusakan di sejumlah titik, jalur pejalan kaki berbahan kayu tersebut juga dinilai minim pengamanan, terutama pada malam hari. Pemerintah Kota Bandung pun angkat bicara terkait kondisi tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pertamanan dan Dekorasi Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung, Yuli Ekadiyanti, menegaskan bahwa kerusakan forest walk bukan karena diabaikan. Menurutnya, perbaikan memang belum dilakukan karena saat ini penataan kawasan masih difokuskan pada area depan Babakan Siliwangi.

“Belum tersentuh. Jadi bukan rusak lalu dibiarkan. Saat ini pekerjaan masih di area depan. Forest walk akan menjadi fokus di tahap kedua penataan tahun 2026 dan anggarannya sudah tersedia,” kata Yuli, Minggu (4/1/2026).

Wajah Baru Babakan Siliwangi: Glowing di Depan, Rapuh di Dalam

Yuli menjelaskan, forest walk Babakan Siliwangi dibangun sejak era Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan hingga kini belum pernah dilakukan perbaikan menyeluruh. Jalur tersebut memiliki panjang sekitar 2,2 kilometer, namun kerusakan hanya terjadi di beberapa titik tertentu.

“Tidak semuanya rusak. Ada papan yang patah akibat tertimpa pohon tumbang, ada juga kayu yang lapuk karena faktor cuaca seperti panas, hujan, dan angin,” jelasnya.

Untuk memperbaiki kondisi tersebut, DPKP Kota Bandung telah menyiapkan anggaran sekitar Rp3,5 miliar pada tahun 2026 khusus untuk perbaikan forest walk. Dengan tambahan tersebut, total anggaran penataan Taman Hutan Kota Babakan Siliwangi secara keseluruhan diperkirakan mencapai Rp6,5 miliar.

Tak hanya persoalan fisik, DPKKP juga menyoroti aspek keamanan kawasan. Selama ini, petugas hanya berjaga hingga pukul 18.00 WIB, sehingga pengawasan pada malam hari masih sangat terbatas.

“Kami mulai khawatir. Bahkan saat proses pembangunan sudah ada yang mencoba mengambil material besi. Ke depan, penempatan petugas pengamanan akan kami pertimbangkan secara serius,” ungkapnya.

Pada tahap kedua penataan nanti, selain perbaikan jalur forest walk, Pemkot Bandung juga berencana menambahkan kanopi atau tempat berteduh di beberapa titik jalur. Fasilitas ini disiapkan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung, terutama saat hujan, mengingat jarak menuju pintu keluar kawasan cukup jauh.

“Harapannya pengunjung bisa lebih nyaman dan aman saat beraktivitas di kawasan Babakan Siliwangi,” pungkasnya.

KoranMandala.com

Exit mobile version