KORANMANDALA.COM – Antusiasme masyarakat memadati Bandung Zoo kembali terlihat pada Minggu (4/1/2026) pagi. Ribuan pengunjung dari berbagai daerah mengular sejak pintu masuk dibuka, memanfaatkan momentum libur panjang sekaligus kebijakan masuk gratis ke kebun binatang tersebut.
Lonjakan pengunjung ini membuat pihak pengelola bersama aparat keamanan meningkatkan pengawasan. Personel Satpol PP dan kepolisian disiagakan, baik di dalam maupun di luar area Bandung Zoo, untuk mengantisipasi potensi kepadatan dan hal-hal yang tidak diinginkan.
Salah satu pengunjung, Ida (36), warga Ciganitri, Buah Batu, mengaku rela mengantre demi mengisi liburan anak-anaknya.
Libur Nataru Tanpa Tiket Masuk, Kepedulian Pengunjung Banjiri Donasi Bandung Zoo
“Yang pertama karena gratis, ya. Sekalian mengisi waktu liburan anak-anak sekolah. Lumayan, gratis,” ujar Ida.
Ia mengaku mengetahui informasi gratis masuk Bandung Zoo dari media sosial. Ida datang bersama suaminya, meski sempat terpisah karena padatnya pengunjung.
“Dari medsos tahunya. Harapannya sih ke depan Bandung Zoo dibuka lagi seperti biasa, tapi dengan harga tiket yang murah dan terjangkau untuk masyarakat bawah,” harapnya.
Terkait kondisi satwa, Ida menyebut banyak warganet di media sosial yang prihatin.
“Kalau lihat di medsos memang memprihatinkan, kelihatan ada satwa yang kurus. Makanya tadi lihat juga ada yang donasi, seikhlasnya, ada yang uang ada juga sayuran buat pakan,” tuturnya.
Sementara itu, Humas Bandung Zoo, Sulhan Syafi, membenarkan lonjakan pengunjung sejak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Sejak libur Nataru, lonjakannya luar biasa. Rata-rata per hari sekitar 10 ribu pengunjung masuk. Ini efek dari pernyataan Pemerintah Kota Bandung yang menyebut Bandung Zoo sebagai ruang terbuka hijau yang boleh dikunjungi masyarakat tanpa tiket,” jelas Sulhan.
Sulhan menegaskan, saat ini pengunjung bebas masuk tanpa tiket. Namun, pihak pengelola tetap membuka opsi donasi secara sukarela.
“Masuk gratis. Bagi yang mau donasi, kami siapkan boks untuk pakan atau donasi dana, tapi tidak ada tiket masuk,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan, pengelola mengerahkan 127 karyawan untuk berjaga, terutama di area kandang satwa. Sejumlah aktivitas juga dibatasi.
“Semua fasilitas feeding atau pemberian pakan kami tutup agar lebih mudah dikontrol. Yang ada hanya foto dengan satwa dan atraksi satwa pukul 11.00. Pengunjung boleh berkeliling, botram, dan berkegiatan lain, tapi tidak memberi makan satwa,” katanya.
Melihat tingginya animo masyarakat, pihak Bandung Zoo berharap segera dibentuk tim pengelola sementara agar sistem penjualan tiket dapat kembali diberlakukan demi mengontrol jumlah pengunjung.
“Harapan kami, ke depan ada pengelolaan sementara supaya penjualan tiket bisa dibuka lagi dan pengunjung lebih terkontrol,” pungkas Sulhan.
