ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Pemerintah Kota Bandung mengalokasikan anggaran Rp3,5 miliar pada 2026 untuk melanjutkan renovasi Hutan Kota Babakan Siliwangi (Baksil). Anggaran tersebut difokuskan pada perbaikan forest walk atau jembatan pedestrian yang selama ini dikeluhkan pengunjung karena rusak dan berlubang.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pertamanan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung, Yuli Ekadiyanti, mengatakan renovasi tahap II akan menyasar titik-titik krusial yang berpotensi mengganggu kenyamanan sekaligus keselamatan pengunjung.
“Fokus perbaikannya di forest walk. Kondisinya memang sudah banyak yang berlubang,” ujar Yuli, Sabtu.
ADVERTISEMENT
Target Investasi Besar, Sekda Ingatkan DPMPTSP Bandung Tak Terjebak Seremonial
Ia menyebutkan, kerusakan forest walk menjadi persoalan utama pasca dibukanya kembali kawasan Baksil setelah renovasi tahap I. Untuk mencegah risiko kecelakaan, petugas DPKP saat ini baru melakukan penambalan sementara pada bagian-bagian yang rusak.
“Sekarang masih ditambal sementara supaya tetap bisa dilalui. Pekerjaan sebelumnya memang baru menyentuh area depan,” katanya.
Yuli memastikan anggaran renovasi tahap II telah disiapkan dan tinggal menunggu pelaksanaan pekerjaan fisik. Menurutnya, keterbatasan anggaran menjadi alasan mengapa perbaikan Baksil belum bisa dilakukan secara menyeluruh sejak awal.
Pada tahap I, renovasi Baksil difokuskan pada penataan dasar kawasan, meliputi pembangunan gerbang masuk sebagai penanda resmi, pemasangan dinding pembatas, perbaikan fasilitas umum seperti musala dan toilet, penataan kirmir, serta penambahan area bermain anak.
Selain perbaikan forest walk, renovasi tahap II juga direncanakan mencakup pembangunan kanopi di sejumlah titik. Fasilitas ini disiapkan sebagai area berteduh bagi pengunjung, mengingat jarak antar titik di kawasan Baksil cukup jauh dari pintu masuk.
“Kalau hujan, pengunjung harus berjalan jauh untuk keluar. Karena itu kami rencanakan ada kanopi supaya warga bisa berteduh sementara,” ujar Yuli.
Renovasi lanjutan ini diharapkan mampu menjawab keluhan pengunjung sekaligus mengembalikan fungsi Baksil sebagai ruang terbuka hijau yang aman dan nyaman. Namun, kondisi kerusakan yang terjadi kembali menyoroti pentingnya perencanaan dan pemeliharaan jangka panjang kawasan publik di Kota Bandung.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






