ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung dituntut tidak berhenti pada kegiatan seremonial menjelang tahun kerja 2026.
Tantangan investasi yang kian besar di tengah keterbatasan wilayah Kota Bandung menuntut kerja konkret, kolaboratif, dan berorientasi hasil.
Pesan itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, saat memberikan pengarahan kepada seluruh pegawai DPMPTSP di Kantor Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bandung, Jalan Cianjur, Jumat (2/12/2025), yang dirangkai dengan kerja bakti dan pembinaan kepegawaian.
ADVERTISEMENT
Libur Nataru Tanpa Tiket Masuk, Kepedulian Pengunjung Banjiri Donasi Bandung Zoo
“Bandung wilayahnya kecil, tapi target investasinya besar. Ini tantangan serius. Tidak cukup hanya bekerja rutin, semua perangkat daerah harus benar-benar saling menopang,” tegas Iskandar.
Ia menekankan, DPMPTSP memegang peran strategis sebagai garda depan pelayanan perizinan dan investasi. MPP, menurutnya, bukan sekadar pusat administrasi, melainkan wajah pemerintah yang langsung dinilai publik dan pelaku usaha.
Iskandar mengapresiasi perkembangan MPP Kota Bandung yang dinilai semakin matang dan inovatif. Namun, ia mengingatkan agar inovasi tidak berhenti pada pencitraan, melainkan berdampak langsung pada kemudahan layanan.
Salah satu inovasi yang disorot adalah layanan wali nikah terintegrasi di MPP, yang diklaim menjadi satu-satunya di Indonesia dan telah melayani sekitar 200 pasangan dalam tiga bulan terakhir.
“Pelayanan publik harus relevan dan menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Ini contoh yang baik, tapi harus terus dikembangkan,” ujarnya.
Sekda juga menyinggung transformasi birokrasi, khususnya peralihan jabatan struktural ke fungsional yang kini mendominasi DPMPTSP. Ia menegaskan, perubahan sistem tidak boleh dijadikan alasan menurunnya kinerja.
“Struktur boleh berubah, tapi target tidak boleh turun. Profesionalisme ASN justru diuji di sini,” kata Iskandar.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kota Bandung, Erick Attauriq, mengungkapkan bahwa capaian investasi sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Target investasi Rp7 triliun dalam RKPD 2025 berhasil dilampaui, dengan realisasi hingga triwulan III mencapai Rp10,162 triliun.
Meski demikian, Erick mengakui tantangan ke depan tidak ringan. Pada 2026, target investasi dalam RPJMD ditetapkan sebesar Rp11,363 triliun, seiring target pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 5,35 persen.
“Capaian ini jadi modal optimisme, tapi tidak boleh membuat kita lengah,” ujarnya.
Untuk menjawab target tersebut, DPMPTSP mengusulkan penyesuaian sistem kerja dan penguatan organisasi, termasuk pengembangan MPP agar lebih adaptif terhadap kebutuhan pelayanan dan iklim investasi.
Dengan sekitar 80 persen ASN berstatus pejabat fungsional, Erick menilai efektivitas kerja sangat bergantung pada penyederhanaan koordinasi dan penguatan budaya kerja berbasis kinerja.
“Strukturnya berbeda, tapi prinsipnya satu: kerja harus cepat, akuntabel, dan target tercapai,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan kerja bakti bersama di lingkungan kantor. Di balik simbol kebersamaan itu, tantangan sesungguhnya menanti: memastikan pelayanan dan investasi Kota Bandung benar-benar bergerak seiring target ambisius tahun 2026.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






