KORANMANDALA.COM – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) membawa cerita hangat dari Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo). Sejak dibuka untuk umum tanpa tiket masuk, kawasan konservasi satwa di Jalan Tamansari ini justru dipenuhi kepedulian pengunjung yang datang membawa donasi, baik dalam bentuk uang tunai maupun pakan satwa.
Tak ada kewajiban. Tak ada patokan nominal. Pengunjung bebas datang, menikmati waktu bersama keluarga, dan jika berkenan, berbagi untuk satwa-satwa yang ada di dalam kebun binatang tersebut.
Humas Bandung Zoo, Sulhan Syafi’i, mengatakan respons masyarakat di masa libur Nataru sangat menyentuh hati para pengelola.
Libur Sekolah, Bandung Zoo Jadi Ruang Edukasi Murah bagi Keluarga
“Donasi ini murni sukarela. Pengunjung mau datang saja kami sudah senang, mau berdonasi kami sangat berterima kasih,” ujar Sulhan yang akrab disapa Aan.
Dari donasi sukarela itu, Bandung Zoo mencatat penerimaan hingga sekitar Rp100 juta. Angka tersebut belum termasuk pakan satwa yang terus berdatangan setiap hari.
Bukan hanya uang, banyak pengunjung datang dengan membawa buah-buahan, sayuran, hingga daging untuk pakan satwa. Bagi pengelola, perhatian kecil dari pengunjung ini memiliki arti besar.
“Pakan satwa banyak, dan semuanya kami kelola supaya tidak ada yang terbuang,” kata Aan.
Agar tidak berlebihan, pengelola tetap melakukan pengaturan, terutama untuk pakan daging. Jika stok sudah mencukupi, calon donatur akan diberi pengertian untuk menunda pengiriman ke hari berikutnya.
“Kalau berlebihan justru bisa mubazir. Jadi kami atur bersama-sama,” ujarnya.
Jika dihitung berdasarkan jumlah, total pakan yang terkumpul sejak awal pembukaan diperkirakan mencapai sekitar satu ton. Meski demikian, setiap satwa tetap diberi pakan sesuai kebutuhan dan standar kesehatannya.
“Gemuk atau kurus itu bukan soal banyaknya pakan, tapi keseimbangan gizi. Kami punya standar kesehatan satwa,” jelas Aan.
Di balik layar, pengawasan kesehatan satwa dilakukan setiap hari bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat. Dua hingga tiga petugas BBKSDA rutin memantau kondisi 711 satwa yang ada di Bandung Zoo.
“Alhamdulillah, kondisi satwa aman dan terpantau,” kata Aan.
Kebijakan membuka Bandung Zoo secara gratis selama libur Nataru bukan sekadar memberi ruang rekreasi bagi masyarakat. Lebih dari itu, kebijakan ini memperlihatkan bahwa kepedulian dan empati publik terhadap satwa dan konservasi masih hidup, tumbuh dari kesadaran, bukan paksaan.
Di tengah hiruk pikuk liburan, Bandung Zoo menjadi ruang sederhana tempat manusia belajar berbagi—bukan hanya menikmati, tetapi juga menjaga.
