ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 membawa lonjakan signifikan kunjungan wisatawan ke Kota Bandung. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung mencatat jumlah wisatawan yang masuk ke Kota Kembang mencapai sekitar 4,5 juta orang hanya dalam periode libur Nataru.
Kepala Disbudpar Kota Bandung, Adi Junjunan, menyebut angka tersebut berdasarkan hasil prediksi yang disusun bersama berbagai pihak, termasuk kepolisian, dengan mengacu pada data kendaraan yang masuk ke Kota Bandung.
“Kami mengikuti prediksi dari kepolisian, dari pergerakan kendaraan yang masuk dan indikator lainnya. Prediksinya memang berada di kisaran 4,5 juta kunjungan, dan itu sesuai dengan kondisi di lapangan,” kata Adi saat dikonfirmasi, Jumat (2/1/2026).
ADVERTISEMENT
Menurutnya, perhitungan tersebut dilakukan selama periode libur Nataru, yang dimulai sejak momentum libur Natal pada 25 Desember hingga akhir libur Tahun Baru. Bahkan, lonjakan sudah terasa sejak akhir pekan sebelum 25 Desember.
“Kalau dihitung, kurang lebih sekitar 10 harian. Sejak weekend sebelum Natal sampai selesai libur Tahun Baru,” jelasnya.
Capaian tersebut dinilai melampaui target kunjungan wisata yang sebelumnya ditetapkan. Adi mengungkapkan, hingga akhir triwulan III 2025, jumlah kunjungan wisatawan sudah berada di kisaran 6,5 juta orang. Dengan lonjakan besar di akhir tahun, ia meyakini target tahunan 8,75 juta kunjungan terlampaui.
“Saya memang sudah sampaikan sebelumnya, kalau sampai triwulan tiga sudah 6,5 juta, maka di akhir tahun pasti membludak dan melewati target dan ini terbukti,” katanya.
Adi memprediksi ada beberapa faktor yang mendorong tingginya kunjungan wisatawan ke Bandung. Salah satunya adalah perubahan pola wisata masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang dinilai sedang melemah.
“Kalau saya perhatikan, destinasi lain yang biasanya ramai di akhir tahun seperti Bali justru cenderung menurun. Mungkin karena faktor ekonomi, masyarakat memilih destinasi yang lebih dekat dan terjangkau,” ungkapnya.
Ia menilai Bandung menjadi pilihan utama wisatawan, khususnya dari wilayah Jabodetabek, karena akses yang mudah, jarak dekat, serta ragam destinasi wisata dan kuliner yang terus berkembang.
“Bandung ini paling dekat dan bisa dijangkau dengan mudah. Itu yang membuat kunjungan wisata tetap tinggi,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT





