ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Masa libur sekolah yang bertepatan dengan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) membawa berkah tersendiri bagi layanan Bus Bandros (Bandung Tour on Bus). Jumlah penumpang Bandros tercatat melonjak signifikan, bahkan mencapai peningkatan hingga 80 persen dibandingkan hari biasa.
Berdasarkan data Dishub Kota Bandung, periode 23 Desember 2025 hingga 31 Desember 2025 kenaikan wisatawan yang menggunakan Bandros tahun sebelumnya tercatat sebanyak 6079 wisatawan, sedangkan pada tahun 2025 sebanyak 6262 wisatawan.
Kepala Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Angkutan Dinas Perhubungan Kota Bandung, Yudiana Ardisoma, mengungkapkan lonjakan penumpang tersebut sudah terlihat sejak awal periode libur.
ADVERTISEMENT
Persib dan Pemkot Bandung Resmi Luncurkan Rute Baru Bandros Jalan-Jalan Persib JaJaP
“Kenaikan pengguna Bandros ini dipengaruhi oleh libur sekolah yang berbarengan dengan libur Nataru. Antusiasme masyarakat dan wisatawan cukup tinggi,” kata Yudiana, Jumat (2/1/2026).
Untuk mengakomodasi tingginya minat masyarakat, Dishub Kota Bandung mengerahkan seluruh armada yang dimiliki. Jika pada hari normal Bandros hanya mengoperasikan 10 unit armada dengan dua unit cadangan, selama libur Nataru seluruh 12 unit diturunkan secara bersamaan.
“Kemarin armada yang biasa kita luncurkan 10 unit, termasuk armada cadangan pun kita turunkan. Jadi total 12 armada kita operasikan selama musim libur,” jelasnya.
Dari sisi jam operasional, Dishub juga melakukan penyesuaian. Pada akhir pekan, Bandros dioperasikan hingga malam hari, sementara pada hari kerja tetap beroperasi normal.
“Untuk Sabtu dan Minggu kita operasional sampai malam. Senin sampai Jumat tetap normal. Kita atur supaya beban kerja SDM tidak terlalu berat, jadi lembur difokuskan di akhir pekan,” ujarnya.
Saat ini, Bandros melayani tiga rute utama, yakni rute Alun-Alun kembali ke Alun-Alun, rute Diponegoro kembali ke Diponegoro, serta rute Sulanjana kembali ke Sulanjana. Hampir seluruh rute melintasi pusat kota, dengan rute Sulanjana lebih banyak melewati jalur wisata dan kawasan olahraga.
Meski jumlah wisatawan meningkat, Yudiana memastikan operasional Bandros relatif tidak terganggu oleh kepadatan lalu lintas.
“Memang terlihat ramai, tapi dibandingkan tahun lalu, kepadatan lalu lintas tahun ini lebih terkendali. Perjalanan Bandros hanya sedikit terganggu dan masih aman,” katanya.
Dibandingkan hari biasa, jumlah penumpang Bandros selama libur Nataru meningkat tajam. Namun jika dibandingkan dengan periode libur tahun lalu, jumlahnya relatif tidak jauh berbeda.
“Kalau hari biasa jelas naik sekitar 80 persen. Untuk libur dengan tahun kemarin kurang lebih sama,” ungkapnya.
Ke depan, Pemerintah Kota Bandung berencana menambah jumlah armada Bandros. Rencana tersebut sejalan dengan keinginan Wali Kota Bandung untuk memperkuat layanan transportasi wisata.
“Pa Wali memang ingin ada penambahan unit Bandros. Mudah-mudahan di tahun 2026 bisa terealisasi melalui anggaran,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






