Kamis, 26 Februari 2026 23:01

KORANMANDALA.COM – Jalan Ir. H. Djuanda atau Dago selama ini dikenal sebagai salah satu wajah Kota . Suasana jalan yang teduh, deretan kafe dan restoran, serta ramainya aktivitas warga menjadikan kawasan ini magnet wisata dan ruang publik favorit. Namun, di balik pesona tersebut, kondisi trotoar di sepanjang Jalan Dago masih menyisakan persoalan serius.

Berdasarkan pantauan Koranmandala di lapangan menunjukkan sejumlah trotoar belum memberikan rasa aman dan nyaman bagi pejalan kaki. Keramik yang retak dan pecah, permukaan berlubang, hingga jalur yang terhalang batang pohon masih kerap ditemui di beberapa titik. Kondisi ini membuat pejalan kaki harus ekstra hati-hati, terutama saat jam ramai.

Tak hanya itu, fungsi trotoar pun kerap menyimpang. Pada waktu tertentu, terutama malam hari, trotoar berubah menjadi area parkir sepeda motor hingga lapak pedagang. Akibatnya, pejalan kaki terpaksa turun ke badan jalan yang justru meningkatkan risiko kecelakaan.

Trotoar di Jalan Cigugur Kuningan Tak Terawat, Warga Soroti Kinerja Pemkab

Putri (24), warga yang sering berjalan kaki di kawasan Dago, mengaku merasa kurang nyaman melintasi trotoar tersebut. Menurutnya, kerusakan fisik pada trotoar cukup mengganggu aktivitas berjalan kaki.

“Di beberapa titik ada keramik yang pecah dan lubang kecil. Itu cukup mengganggu, bahkan bisa berbahaya kalau tidak hati-hati,” kata Putri saat ditemui, Jumat (2/1/2025).

Ia menilai kondisi tersebut akan jauh lebih menyulitkan bagi penyandang disabilitas, termasuk tunanetra dan pejalan kaki berkebutuhan khusus. Menurutnya, trotoar yang ideal seharusnya dapat diakses oleh semua kalangan tanpa hambatan.

“Buat teman-teman tunanetra atau yang berkebutuhan khusus, jelas sangat terganggu. Ini bukan cuma soal kenyamanan, tapi juga keselamatan,” ucapnya.

Selain kerusakan infrastruktur, Putri juga menyoroti masih maraknya parkir motor di atas trotoar. Ia menyebut situasi ini sering terjadi pada malam hari dan membuat fungsi trotoar semakin terabaikan.

“Sering banget motor parkir di trotoar. Kadang juga ada aktivitas yang sebenarnya tidak semestinya dilakukan di atas trotoar,” ungkapnya.

Putri berharap pemerintah daerah dan dinas terkait dapat lebih serius dan tegas dalam menata serta menertibkan trotoar di kawasan Dago. Menurutnya, penegakan aturan diperlukan agar trotoar benar-benar kembali menjadi ruang aman bagi pejalan kaki.

“Harapannya trotoar bisa ditertibkan lagi. Jangan sampai pejalan kaki terus dikorbankan karena trotoar dipakai untuk parkir motor. Pemerintah harus lebih aware dan tegas,” pungkasnya.

Exit mobile version