ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Kebijakan pembukaan gratis Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 memicu lonjakan pengunjung signifikan.
Ribuan warga memadati kawasan tersebut sejak pagi hari, menjadikannya salah satu destinasi favorit masyarakat urban yang mencari ruang hijau murah meriah di tengah kota.
Pemerintah Kota Bandung menyebut kebijakan tanpa tiket ini bukan semata program hiburan, melainkan upaya mengembalikan fungsi kebun binatang sebagai ruang terbuka hijau (RTH) publik yang inklusif.
ADVERTISEMENT
DLH Angkut 95 Meter Kubik Sampah Usai Perayaan Malam Tahun Baru di Kota Bandung
Namun, di sisi lain, tingginya animo pengunjung juga menjadi tantangan serius dalam aspek pengelolaan kawasan dan kenyamanan publik.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, kebun binatang harus tetap bisa diakses seluruh lapisan masyarakat, tanpa menghilangkan fungsi ekologis dan edukatifnya.
“Kebun binatang ini kita posisikan sebagai ruang terbuka hijau yang bisa dinikmati publik. Masyarakat datang bukan hanya untuk rekreasi, tapi juga belajar dan berinteraksi dengan lingkungan,” ujar Farhan
Farhan mengakui, kebijakan gratis berpotensi menimbulkan kepadatan pengunjung. Namun, ia memastikan aspek kesejahteraan satwa tidak dikompromikan. Pemerintah, kata dia, telah mengamankan pasokan pakan satwa melalui dukungan pemerintah pusat.
“Kementerian Kehutanan sudah berkomitmen membantu, dan distribusi pakan satwa sudah berjalan. Jadi meski pengunjung membludak, kebutuhan satwa tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Di lapangan, antrean panjang tak terelakkan. Sejumlah pengunjung harus menunggu cukup lama untuk bisa masuk ke area kebun binatang. Agus (38), salah seorang pengunjung, mengaku kebijakan gratis ini sangat membantu keluarga, meski harus mengorbankan kenyamanan.
“Antre panjang dan cukup padat, tapi ini jadi pilihan karena gratis. Anak-anak bisa liburan sekaligus belajar tentang satwa,” katanya.
Kondisi ini menjadi cerminan kebutuhan masyarakat kota terhadap ruang publik yang terjangkau. Di sisi lain, lonjakan pengunjung juga menjadi ujian bagi Pemkot Bandung untuk memastikan pengelolaan kebun binatang tetap berkelanjutan, tertib, dan tidak mengorbankan keselamatan pengunjung maupun kesejahteraan satwa.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






