ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Tahun 2025 menjadi fase penting sekaligus penuh ujian bagi Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Di tahun pertamanya memimpin Kota Bandung, berbagai persoalan datang silih berganti, mulai dari bencana, dinamika sosial, hingga persoalan hukum.
Namun dari rangkaian tantangan tersebut, Farhan menegaskan satu hal, 2025 adalah tahun pembelajaran.
“Saya kira ini tahun pertama saya menjadi wali kota. Ujiannya sudah komplet, dari masalah bencana, kerusuhan, sampai hukum,” kata Farhan.
ADVERTISEMENT
Refleksi Akhir Tahun, DPRD Soroti Pembangunan Bandung yang Dinilai Masih Tambal Sulam
Alih-alih melihatnya sebagai beban, Farhan menilai seluruh dinamika tersebut sebagai proses belajar bersama dalam membangun ketangguhan pemerintahan dan kota.
“Insyaallah tahun 2025 menjadi tahun pembelajaran, belajar betul bagaimana caranya menghadapi berbagai macam masalah,” ucapnya.
Farhan mengaku, keberhasilan Bandung melewati berbagai situasi krusial tidak terlepas dari soliditas lintas lembaga. Ia mengapresiasi dukungan penuh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dinilainya bekerja sangat kompak.
“Alhamdulillah saya didukung oleh banyak sekali pihak, terutama Forkopimda. Kepolisian, TNI tiga matra, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, semuanya sangat solid. Bahkan BIN juga memberikan perhatian lebih,” ujarnya.
Memasuki 2026, Farhan menegaskan evaluasi paling mendasar dari 2025 adalah pentingnya penguatan wilayah dan kesiapsiagaan sejak dini. Program Prakarsa akan tetap menjadi fokus utama, terutama dalam pembenahan permukiman dan wilayah rawan.
“Kita akan tetap fokus pada pembenahan permukiman dan wilayah melalui program Prakarsa,” katanya.
Ia juga menekankan peran Forkopimcam dalam pengamanan dan penanganan bencana. Menurutnya, deteksi dini dan penjagaan sejak awal menjadi kunci agar setiap persoalan dapat ditangani dengan cepat dan tepat.
“Itu yang benar-benar kita pelajari selama 2025. Alhamdulillah setiap kali terjadi bencana di Kota Bandung, semuanya bisa ditangani dengan baik,” jelas Farhan.
Di sektor pembangunan, Pemkot Bandung mulai mengakselerasi pembenahan infrastruktur strategis. Sebanyak 17 ruas jalan utama menjadi prioritas karena selain padat, jalur-jalur tersebut juga menjadi akses utama wisatawan.
“Kita sudah mulai masuk ke pembenahan 17 ruas jalan utama. Ini bagian dari kesiapan Bandung sebagai kota tujuan wisata,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






